Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengunjung GIIAS 2025 Melonjak dari Tahun 2024 Namun Transaksi Pembelian Turun, Indikasi Apa?

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 23:14 WIB | Oleh:
Pengunjung GIIAS 2025 Melonjak dari Tahun 2024 Namun Transaksi Pembelian Turun, Indikasi Apa? Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal
Ket. Pengunjung memadati ruang pamer kendaraan pada hari terakhir pameran otomotif GIIAS 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (3/8).

JAKARTA - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 mencatat kenaikan pengunjung mencapai 485.569 orang, melampaui capaian tahun sebelumnya sebesar 475.084, namun tidak berbanding lurus dengan transaksi pembelian kendaraan yang diprediksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menurun.

Saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (6/8), Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai kondisi ini disebabkan melemahnya daya beli kelas menengah di tengah tekanan ekonomi.

“Penurunan transaksi pembelian kendaraan kemungkinan besar disebabkan  melemahnya daya beli kelas menengah kita akibat kenaikan harga mobil kisaran 150-400 juta rupiah sebesar rata-rata 7 persen per tahun yang tidak selaras dengan pertumbuhan pendapatan riil hanya 4-5 persen,” kata dia.

Yannes mengatakan, kelas menengah memegang peranan vital dalam industri otomotif karena merupakan kelompok konsumen terbesar dan paling aktif dalam membeli kendaraan.

Mereka menjadi target utama produsen dan perusahaan pembiayaan karena cenderung membeli mobil secara cicilan serta rutin mengganti kendaraan setiap beberapa tahun.

Ketergantungan mereka pada kredit membuat kelas ini sangat sensitif terhadap fluktuasi suku bunga dan inflasi, sehingga penurunan daya beli atau tekanan ekonomi langsung berdampak pada penjualan mobil nasional.

“Ditambah tekanan ekonomi seperti inflasi pangan 6,2 persen pada Juni 2025 dan kenaikan BI 7-Day Reverse Repo Rate ke 5,75 persen yang mempersempit kemampuan kredit konsumen,” ujar Yannes.

Sementara itu, data penjualan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Penjualan ritel kendaraan pada semester I 2025 tercatat turun 9,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan, penjualan grosir (wholesales) anjlok tajam sebesar 22,6 persen hanya dalam bulan Juni, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Meskipun Menteri Keuangan menyatakan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12 persen pada triwulan II-2025, Yannes menyebut dampak positifnya terhadap sektor otomotif diperkirakan baru akan terasa 12 hingga 13 bulan ke depan.

Artinya, dengan hanya beberapa bulan tersisa di tahun ini, pelaku industri otomotif masih harus menghadapi tantangan berat.

“Mengingat LCGC ICE menjadi penyumbang terbesar penjualan mobil, pemerintah perlu mempertimbangkan pemberian insentif terbatas khusus untuk mobil LCGC hingga akhir tahun 2025 sambil terus mengevaluasi respons pasar, mengingat penurunan penjualan LCGC sebesar 28,5 persen pada semester I-2025 dan anjloknya wholesales 49 persen pada Juni menunjukkan tekanan signifikan pada segmen ini,” Yannes menjelaskan.

Sebelumnya, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengungkap jumlah pengunjung GIIAS 2025 diperkirakan naik sekitar 6-7 persen dibanding tahun lalu. Namun, nilai transaksi termasuk pembelian mobil baru justru diprediksi turun akibat tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Hingga saat ini, Gaikindo belum mengumumkan angka pasti terkait total transaksi yang dihasilkan dari pameran tahunan tersebut. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.