Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penemuan Fosil Manusia Purba di sekitar Bengawan Solo, Menbud Fadli Zon: Indonesia sebagai Saksi Perjalanan Evolusi Manusia

📅 Senin, 17 Feb 2025, 13:15 WIB | Oleh:
Penemuan Fosil Manusia Purba di sekitar Bengawan Solo, Menbud Fadli Zon: Indonesia sebagai Saksi Perjalanan Evolusi Manusia Doc: antara foto
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara diskusi bertajuk "Penemuan Pithecantropus Erectus Dubois dari Trinil: Menguak Misteri Evolusi Manusia" yang digelar di Jakarta, Senin (17/2).

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia merupakan saksi perjalanan evolusi manusia melalui penemuan fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus yang ditemukan oleh Eugene Dubois di sekitar Bengawan Solo.

“Penemuan Pithecanthropus Erectus adalah pencapaian transformatif, menempatkan Indonesia dalam peta penting penelitian manusia purba," ujar Fadli Zon saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara diskusi bertajuk "Penemuan Pithecantropus Erectus Dubois dari Trinil: Menguak Misteri Evolusi Manusia" yang digelar di Jakarta, Senin (17/2).

Menbud Fadli Zon menyampaikan, penemuan fosil manusia purba tersebut tidak hanya menjadi bagian penting dalam sejarah sains, namun juga menempatkan Indonesia sebagai titik pijakan utama dalam kajian paleoantropologi global.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia menyimpan kekayaan warisan fosil manusia purba yang luar biasa, termasuk temuan Homo Erectus dan karya ekspresi manusia prasejarah lainnya yang ditemukan di berbagai wilayah, seperti di Maros, Pangkep, dan Sumatera.

Fadli menyoroti temuan 702 lukisan purba di Maros yang berusia lebih dari 52 ribu tahun, yang menjadikannya lukisan purba tertua di dunia.

Menurut dia, dengan banyaknya temuan ini maka Indonesia telah menjadi negara yang sangat penting dalam pengembangan ilmu paleoantropologi.

Fadli juga menekankan bahwa Indonesia memegang peran strategis dalam memahami perjalanan panjang evolusi manusia.

Hal ini tidak luput dari peran Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) yang berkolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan dalam diskusi bertajuk "Penemuan Pithecantropus Erectus Dubois dari Trinil: Menguak Misteri Evolusi Manusia" sebagai ajang untuk mengeksplorasi pertanyaan mendalam tentang sejarah dan identitas manusia.

Ia berharap agar kolaborasi antara para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, termasuk antropologi dan arkeologi, terus digalakkan untuk menjaga dan melestarikan situs-situs prasejarah di Indonesia, yang merupakan bagian integral dari jati diri dan sejarah bangsa.

“Ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi bagian kecil dalam sejarah evolusi manusia. Kita dapat memperkuat pemahaman dunia tentang warisan budaya kita, serta menggali lebih dalam peran Indonesia dalam evolusi manusia,” kata Fadli Zon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.