Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi: Tren Tawuran Pelajar Berawal dari Saling Ejek di Medsos

📅 Selasa, 09 Des 2025, 08:17 WIB | Oleh:
Polisi: Tren Tawuran Pelajar Berawal dari Saling Ejek di Medsos Doc: antara foto
Ket. Polisi datangi sekolah untuk mitigasi tawuran pelajar di Kota Tangerang.

TANGERANG - Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengungkapkan tren tawuran di kalangan berawal dari saling ejek di media sosial (medsos) dan terpengaruh teman lainnya untuk tawuran.

“Banyak pelanggaran berawal dari media sosial. Lalu ada tren juga di kalangan pelajar, kalau tidak ikut tawuran dianggap tidak keren. Padahal ini sangat keliru dan perlu pembinaan," kata Kombespol Raden Muhammad Jauhari saat melaksanakan kegiatan mitigasi kenakalan remaja di SMK Negeri 4 Kota Tangerang, Banten, Senin.

Kapolres menegaskan tawuran pelajar kini menjadi salah satu masalah paling meresahkan. Banyak remaja menganggap tawuran sebagai bentuk eksistensi, padahal hal itu dapat berujung pidana. 

"Tawuran bukan keren, Itu kriminal. Tawuran itu berbahaya dan ada ancaman hukumannya," tegas Kapolres.

Maka itu, Kepolisian bersama Polri guru dan orang tua harus bersinergi mencegah. Berbagai informasi bisa disampaikan kepada kepolisian untuk segera diambil langkah mitigasi.

"Kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi ini semua. Kami ajak para guru dan orang tua bisa membantu mewujudkan keamanan," ujarnya.

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan agar pelajar tidak ikut-ikutan ajakan demonstrasi dan bijak menggunakan media sosial. 
"Jangan mudah ikut ajakan negatif, termasuk ajakan demo yang bukan tugas kalian sebagai pelajar. Fokus belajar, itu yang utama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pelajar untuk menghindari bullying, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, serta kegiatan yang berpotensi melanggar hukum.

"Melalui kegiatan mitigasi ini, Polres Metro Tangerang Kota berharap pelajar memiliki pemahaman lebih luas mengenai aturan hukum, bahaya kenakalan remaja, serta pentingnya menjaga sikap baik di sekolah maupun lingkungan masyarakat," ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Negeri 4, Dedih Rutandi menyambut baik upaya kepolisian dalam menekan kasus tawuran pelajar dengan berdialog langsung dengan siswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono mengatakan upaya menekan kasus tawuran telah dilakukan dengan melibatkan 1.000 pelajar sebagai agen informan di sekolah.

“Melalui pendekatan ini, para pelajar tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, dan mengembangkan empati serta kreativitas,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Nasional
Bapanas akan Mobilisasi Sto...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.