Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Karhutla Menguat, BMKG Deteksi Puluhan Titik Panas di Riau

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 18:12 WIB | Oleh:
Ancaman Karhutla Menguat, BMKG Deteksi Puluhan Titik Panas di Riau Doc: ANTARA/HO-BMKG
Ket. Sebaran titik panas di Provinsi Riau pada Selasa (3/2) berdasarkan deteksi BMKG Stasiun Pekanbaru.

PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 84 titik panas di Provinsi Riau, dengan Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah terbanyak, sehingga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Yudhistira menyampaikan selain Pelalawan, titik panas juga menyebar di Kabupaten Bengkalis (13), Inderagiri Hilir (9), Kota Dumai (9), Rokan Hilir (8), dan Kepulauan Meranti (1). Titik panas tersebut berdasarkan pembaruan data hingga pukul 16.00 WIB pada Selasa (3/2).

"Kondisi ini menjadi perhatian seiring prakiraan cuaca di Riau yang masih didominasi cerah hingga berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal," katanya di Pekanbaru, Selasa.

Sementara di Pulau Sumatera terdeteksi 129 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian disusul Kepulauan Riau (19), Aceh (13), Kepulauan Bangka Belitung (9), Jambi (3), dan Sumatera Selatan (1).

Diketahui, setelah melewati masa banjir di sejumlah wilayah, Provinsi Riau kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki awal Februari 2026 beberapa titik api terpantau muncul di berbagai daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sedikitnya enam kabupaten/kota telah terdampak karhutla. Sebagian kebakaran berhasil ditangani dengan cepat, meski di beberapa lokasi petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau Jim Ghafur mengatakan penetapan status siaga darurat di tingkat kabupaten dan kota dinilai sangat strategis. Pasalnya, untuk menetapkan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi minimal harus ada tiga daerah yang terlebih dahulu menetapkan status serupa.

“Oleh karena itu kami terus mendorong daerah-daerah yang rawan atau sudah mengalami karhutla agar mempertimbangkan penetapan status siaga, terutama jika potensi kebakaran semakin meningkat,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.