Penantian 25 Tahun Berakhir, Jembatan Rp2,9 Miliar di Muara Enim Ini Bikin Warga Tak Perlu Lagi Bertaruh Nyawa di Sungai
📅 Minggu, 05 Apr 2026, 19:48 WIB | Oleh: AlfredMUARA ENIM - Penantian panjang masyarakat Desa Danau Rata, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, selama seperempat abad untuk memiliki akses penyeberangan yang layak akhirnya terwujud.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel) resmi merampungkan pembangunan jembatan gantung senilai Rp2,9 miliar yang membentang di atas Sungai Lematang guna mempermudah mobilitas warga menuju lahan persawahan dan perkebunan.
"Setelah 25 tahun menanti akhirnya warga Desa Danau Rata memiliki jembatan gantung," kata Bupati Muara Enim Edison dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Baturaja, Minggu.
Untuk mewujudkan keinginan masyarakat pihaknya membangun jembatan gantung penghubung antara pemukiman desa dengan lahan persawahan dan perkebunan.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Lematang tersebut dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025 sebesar Rp2,9 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, selama ini masyarakat Desa Danau Rata, Kecamatan Sungai Rotan, harus menyeberang sungai menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari.
Hal itu menyulitkan masyarakat, termasuk para petani dalam mengangkut hasil kebun, karena tidak bisa menyeberang jika debit sungai meningkat akibat cuaca ekstrem.
"Masyarakat Desa Danau Rata dan sekitarnya, khususnya para petani saat ini tidak lagi susah beraktivitas ke sawah maupun ke kebun," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bupati berharap dengan adanya jembatan ini warga dapat mudah menyeberang dengan berjalan kaki, bersepeda ataupun menggunakan sepeda motor untuk beraktivitas sehari-hari.
Sementara Kepala Desa Danau Rata Rusdi menyampaikan ucapan terima kasih terhadap perhatian dan kepedulian bupati yang telah mewujudkan harapan warga.
Ia mengaku bersyukur impian warga yang selama 25 tahun diusulkan tersebut akhirnya dapat direalisasikan dengan memiliki fasilitas penyeberangan yang dibangun oleh pemerintah daerah setempat.
"Di seberang sungai ada sekitar 300 hektare sawah milik masyarakat desa kami. Dengan adanya jembatan ini tentunya sangat membantu dalam mengangkut hasil pertanian," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
05 Apr 2026, 20:59 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 20:59 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 20:59 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!