Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Jembatan Gantung di Tukka akan Rampung Februari

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 23:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan Jembatan Gantung di Tukka akan Rampung Februari Doc: Antara

Tukka - Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI menargetkan pembangunan jembatan gantung yang putus akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 dapat segera dirampungkan di awal Februari 2026.

“Kami ditargetkan KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak untuk merampungkan jembatan gantung atau rambing (bahasa daerah) yang berada di Desa Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Satgas Gulbencal TNI Zona 3 Tukka Serda Sapran Simanjuntak di Tukka, Selasa.

Ia mengatakan jembatan ini vital karena menghubungkan permukiman masyarakat dengan lahan perkebunan dan pertanian yang ada di seberang sungai atau di Desa Bona Lumban yang saat ini terputus aksesnya.

“Kami diberikan target pekan kedua Februari ini sudah rampung,” kata dia.

Menurut dia, pihaknya baru empat hari mengerjakan pembangunan ini menggunakan satu alat berat dengan puluhan personel TNI yang bergotong royong di lokasi.

Total ada 31 personel gabungan baik dari TNI maupun arsitek dan operator alat berat yang bekerja setiap hari untuk merampungkan pembangunan ini.

Dia mencatat progres pengerjaan jembatan ini baru berjalan 20 persen dan aksi yang dilakukan saat ini membangun bronjong yang bertujuan menguatkan struktur tebing di pinggir aliran sungai.

“Jika batu ini sudah terpasang baru kita lakukan pemasangan jembatan,” ujar Sapran.

Menurut dia, yang menjadi kendala saat ini adalah pemesanan bahan-bahan jembatan yang didatangkan dari Jakarta atau Medan berupa sling, kerangka beton, kayu dan alat lainnya.

Kecamatan Tukka sendiri berada di Kabupaten Tapanuli Tengah yang diakses selama 12 jam melalui perjalanan darat dari Kota Medan yang merupakan ibu kota provinsi.

Sapran mengatakan jembatan ini terputus akibat banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut dan membawa material longsor seperti kayu, lumpur, pasir dan lainnya.

Ia menjelaskan jembatan gantung ini akan dibangun dengan kerangka beton dan juga kayu setebal lima sentimeter untuk landasan jembatan nantinya.

“Kami ingin mendukung akses masyarakat kembali terhubung dengan lahan pertanian dan perkebunan mereka,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Megapolitan
Calon Sekolah Adiwinata Bek...
Olahraga
Persija Jakarta Rekrut Fran...
Luar Negeri
Putin Beri Instruksi Mengej...
Advertisement
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.