Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Penajam Minta SPPG Serap Beras Lokal untuk Menu Program MBG

📅 Rabu, 03 Des 2025, 06:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Penajam Minta SPPG Serap Beras Lokal untuk Menu Program MBG Doc: ANTARA
Ket. Peserta didik di salah satu sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menyantap menu program MBG.

PENAJAM PASER UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap beras lokal untuk menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar penyerapan pangan lokal semakin kuat.

"Ada tiga merek beras lokal yang telah melalui uji keamanan dan dinyatakan layak konsumsi untuk menu MBG," ujar Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara Maryumi di Penajam, Selasa (02/12).

Beras lokal tersebut antara lain Beras Cap Walet, Sinar Pangan Borneo, dan Beras Tiga Mawar, yang telah resmi terdaftar dan lolos pemeriksaan keamanan pangan.

Ia mengatakan keberadaan beras lokal yang sudah teruji bisa semakin diperkuat oleh penyerapan SPPG untuk menu Program MBG.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara juga melakukan pengawasan dan uji keamanan serta mendorong penggunaan pangan lokal dalam pelaksanaan Program MBG di kabupaten yang dikenal Benuo Taka itu.

"Melalui pengawasan ketat dan uji keamanan, makanan Program MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, bersih, dan layak untuk dikonsumsi," jelasnya.

Bahan segar seperti buah dan sayur, kata dia, juga dilakukan pengawasan. Proses pengecekan dilakukan dengan metode sederhana, bahan sampel dimasukkan ke alat rapid test, ditambahkan reagen, lalu diamati perubahan warna.

Hasil dari perubahan warna setelah dilakukan pengecekan yang menentukan apakah sampel mengandung zat berbahaya atau tidak.

"Kalau buah juga dicek kandungan timbal, sampai saat ini aman, karena setiap sampel dilakukan rapid tes dulu sebelum dinyatakan layak," ungkapnya.

Pengawasan dilakukan langsung mulai dari pengecekan kualitas bahan segar, kebersihan dapur, hingga pengambilan sampel makanan untuk menilai ketahanan aman konsumsi dalam hitungan jam.

Maryumi mengatakan tim rutin melakukan rapid tes terhadap berbagai bahan makanan segar yang digunakan setiap hari untuk menu Program MBG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.