Petani Sayuran Dataran Rendah di Lebak Penuhi SPPG
📅 Sabtu, 10 Jan 2026, 20:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
LEBAK – Sejumlah petani sayuran dataran rendah di Kabupaten Lebak, Banten memenuhi permintaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kita minta petani terus mengembangkan pertanian sayuran dataran rendah, karena permintaan SPPG cukup tinggi," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, di Lebak, Sabtu (10/1).
Selama ini, petani sayuran dataran rendah di sejumlah kecamatan berkembang untuk memenuhi permintaan program MBG. Sebab, pengusaha SPPG menampung produksi pertanian sayuran lokal sesuai perjanjian Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberdayakan ekonomi petani lokal.
Produksi sayuran dataran rendah itu antara lain komoditas ketimun, terung, kacang panjang, paria, dan kukuk. "Kami berharap petani yang mengembangkan komoditas sayuran dataran rendah dapat menikmati keuntungan," katanya menjelaskan.
Iming (50) seorang petani sayuran dataran rendah warga Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya sejak empat bulan beroperasi Program MBG di daerah ini sangat diuntungkan, karena produksi ketimun yang dikembangkan itu ditampung SPPG Rp6.000 per kg.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami bisa memasok antara 5-7 ton per pekan untuk delapan SPPG di Rangkasbitung," kata Iming.
Begitu juga petani sayuran dataran rendah di Blok Kanaga Warunggunung Kabupaten Lebak Yana (55) mengatakan, pihaknya mengembangkan tanaman sayuran seluas satu hektare komoditas terung, kacang panjang dan ketimun ditampung oleh sejumlah SPPG.
Para SPPG menampung harga bervariasi antara Rp6.000 sampai Rp7.000 per kg tergantung komoditas jenis sayuran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami sudah empat bulan memenuhi permintaan program MBG dan bisa memasok lima ton per pekan sesuai pencairan," kata Yana.
Sementara Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak Asep Royani mengatakan, saat ini, jumlah SPPG atau MBG yang beroperasi sebanyak 58 unit SPPG di sejumlah kecamatan dapat terpenuhi untuk komoditas aneka sayuran dataran rendah, termasuk pangan/beras.
Namun, untuk kebutuhan sayuran dataran tinggi, seperti kentang, kubis, buncis, wortel masih dipasok dari sejumlah daerah di Jawa Barat.
"Kita berharap petani terus mengembangkan sayuran dataran rendah dan dataran tinggi guna menumbuhkan ekonomi masyarakat," katanya
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!