Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelaksanakan Rukyat Hilal Perdana di Lombok Utara

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 23:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelaksanakan Rukyat Hilal Perdana di Lombok Utara Doc: Antara
Ket. Kepala Kanwil Kemenag Nusa Tenggara Barat (NTB), Zamroni Aziz memimpin pemantauan rukyat hilal di Gedung Pusat Observasi Bulan Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Selasa (17/2/2026).

Lombok Utara, NTB - Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Nusa Tenggara Barat telah melaporkan hasil pemantauan rukyat hilal di Gedung Pusat Observasi Bulan Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara dengan hilal minus 1,268 derajat.

Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz mengatakan pihaknya telah melaksanakan sidang terbuka penentuan awal 1 Ramadhan dengan dipimpin oleh Pengadilan Agama Giri Menang. Berdasarkan pemantauan, hilal terpantau minus 1,268 derajat di Gedung POB Desa Teniga, Lombok Utara.

"Ini pertama kali kita laksanakan pemantauan hilal di Lombok Utara. Dan tentu hasilnya sudah disampaikan dan sudah disidang secara terbuka," kata Zamroni seusai melaksanakan pemantauan hilal di POB Lombok Utara, Selasa.

Dari sidang yang dilakukan secara terbuka, Zamroni, mengatakan perkara isbat menghadirkan 3 saksi pemantau rukyat hilal.

Tiga saksi yang dihadirkan antara lain pemantau hilal dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), perwakilan tim observer dari Fakultas Ilmu Falak UIN Mataram dan BMKG Mataram.

"Dari kesaksian tersebut ditemukan berdasarkan kesaksian oleh para saksi yang sudah disumpah sebelumnya menyatakan bahwa hilal tidak terlihat," terangnya.



Berdasarkan hitungan kata dia, posisi bulan berada minus 1 derajat. Sedangkan untuk Hilal bisa dilihat apabila berada pada 3 derajat.

"Apapun hasil yang kami hasilkan hari ini, kami laporkan ke Kementerian Agama sebagai bahan untuk sidang isbat secara nasional," ujarnya.

Zamroni mengaku berdasarkan hasil pemantauan, maka, penentuan awal 1 Ramadan 1447 hijriah akan menunggu keputusan Kemenag RI.

"Tentu tadi sudah digambarkan, sudah disampaikan oleh dari pengadilan agama. Kami, tentu nanti kita tunggu keputusan pemerintah.  Yang jelas apapun yang kami hasilkan tadi, kami sudah kirim ke Kementerian Agama sebagai rujukan sidang isbat di tingkat nasional," tandas Zamroni.

Kepala BMKG Kelas I Mataram Sumawan mengatakan hasil pemantauan hilal di Gedung POB Desa Teniga Lombok Utara, selisih tenggelam bulan berbeda 4 menit dari matahari.

"Bulan lebih dulu tenggelam 4 menit baru diikuti matahari," katanya.



Sumawan menyampaikan, tingkat iluminasi bulan berada di angka 0,02 persen. Dari data tersebut, sangat tidak mungkin bisa melihat hilal pada Selasa 17 Februari 2036.

"Walaupun cuaca berawan. Pasti akan terlihat kalau memang tinggian-nya memenuhi syarat 3 derajat," katanya.

Ada pun posisi azimuth bulan berada lebih kiri dari posisi matahari sebesar 256 derajat. Hal itu juga menyebabkan teleskop tidak mampu memantau bulan.

"Ya agak terhalang di sini oleh pohon karena sebelah kiri kan bukit, jadi kebetulan posisi bulan agak ke kiri. Jadi memang sulit untuk bisa melihat," katanya.

Sumawan memastikan petugas BMKG Mataram akan kembali melakukan pemantauan hilal di Pantai Loang Baloq Mataram. Hal ini untuk memastikan tinggi hilal pada Rabu 18 Februari.

"Kita tetap harus mendapatkan data posisi bulan," tandas Sumawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.