Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paula Verhoeven Bicara KDRT: Menepis Mitos Kekerasan Hanya di Kalangan Tertentu

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 12:43 WIB | Oleh:
Paula Verhoeven Bicara KDRT: Menepis Mitos Kekerasan Hanya di Kalangan Tertentu Doc: Pribadi/yds
Ket. Kasus Paula Verhoeven yang mengalami KDRT dan melapor ke Komnas Perempuan, membuat kita berkaca. KDRT tidak pandang status sosial.

Jakarta - Pengalaman influencer ternama, Paula Verhoeven, yang sempat mengadukan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi bukti nyata bahwa kekerasan berbasis gender dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang status sosial maupun popularitas di dunia maya.

Kasus ini menepis anggapan keliru yang seringkali mengasosiasikan KDRT hanya dengan kelompok masyarakat tertentu.

Data Komnas Perempuan tahun 2023 mencatat lebih dari 339 ribu kasus kekerasan berbasis gender, dengan 99 persen terjadi di ranah domestik. Angka ini menegaskan bahwa KDRT adalah masalah serius yang meluas di seluruh lapisan masyarakat, melampaui batasan kelas ekonomi maupun status sosial.

Dr. Dewi Anggraini, seorang sosiolog gender, menjelaskan bahwa citra publik yang glamor dan sukses di media sosial seringkali menjadi topeng yang menyembunyikan realitas pahit KDRT yang dialami seorang influencer.

"Ada tekanan sosial dan profesional yang besar bagi figur publik untuk mempertahankan citra ideal mereka. Ketakutan akan kehilangan dukungan pengikut dan sponsor dapat membuat mereka memilih untuk diam dan menyembunyikan kekerasan yang mereka alami," ujarnya.

Kasus Paula Verhoeven, meski tidak dirinci lebih lanjut, membuka mata publik bahwa persona di media sosial tidak menjamin kehidupan pribadi yang bebas dari kekerasan.

Siti Aminah Tardi, Komisioner Komnas Perempuan, mengapresiasi keberanian figur publik yang mau berbicara terbuka mengenai pengalaman KDRT mereka.

"Ketika seorang influencer dengan jutaan pengikut berani berbagi pengalamannya, ini memiliki dampak yang sangat besar dalam memecah stigma seputar KDRT dan memberdayakan korban lain untuk mencari pertolongan. Ini menunjukkan bahwa KDRT bukanlah aib, melainkan kejahatan yang harus dilawan bersama," tegasnya.

Kasus Paula Verhoeven menjadi pengingat bahwa visibilitas publik seharusnya tidak menjadi penghalang bagi korban untuk mencari keadilan dan keamanan.

Pengalaman Paula Verhoeven dan data statistik KDRT secara keseluruhan menunjukkan bahwa kekerasan berbasis gender adalah isu sistemik yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Penghapusan stigma, peningkatan kesadaran, dan penyediaan layanan dukungan yang mudah diakses bagi semua korban, tanpa memandang status sosial, menjadi langkah krusial untuk menciptakan masyarakat yang aman dan setara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.