Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Komoditas Pangan di Bengkulu usai Idul Adha Turun ke Harga Normal

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Komoditas Pangan di Bengkulu usai Idul Adha Turun ke Harga Normal Doc: ANTARA
Ket. Aktivitas pedagang Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu, Rabu (3/6/2026).

KOTA BENGKULU – Usai perayaan Idul Adha 1447 Hijriah dan libur panjang, harga sejumlah komoditas pangan di Kota Bengkulu kembali turun ke harga normal, seperti cabai merah yang sebelumnya Rp80 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Kemudian, sayur buncis yang sebelumnya Rp25 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram, santan kepala sebelumnya Rp25 ribu turun menjadi Rp20 ribu per kilogram. bawang merah Rp50 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram.

"Harga cabai sempat mengalami kenaikan karena permintaan masyarakat meningkat menjelang perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu," kata salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu Rikar Sinaga di Bengkulu, Rabu.

Penyebab terjadinya penurunan harga terhadap komoditas pangan tersebut karena pasokan dari daerah sentra produksi kembali lancar dan tingkat permintaan barang dari masyarakat menurun usai perayaan Idul Adha. 

Untuk stok cabai merah di Kota Bengkulu banyak berasal dari sejumlah daerah seperti Provinsi Lampung, Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Bengkulu Selatan dan lainnya.

Selain harga cabai yang mengalami penurunan, sejumlah komoditas pangan lainnya masih stabil sebelum maupun sesudah perayaan Idul Adha 2206 yaitu ayam potong Rp35 ribu per kilogram dan daging sapi Rp140 ribu per kilogram.

Stabilnya harga daging sapi sejak perayaan Idul Fitri 1447 hijriah disebabkan karena sepinya aktivitas pembelian dari masyarakat, sehingga permintaan daging belum mengalami peningkatan signifikan.

"Kondisi harga daging sapi di pasar saat ini masih relatif normal dan belum menunjukkan lonjakan pembeli seperti biasanya menjelang hari besar keagamaan," sebut salah seorang pedagang daging di PTM Kota Bengkulu Nopri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.