Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pangan untuk Atasi 'Stunting' Harus Berkualitas

📅 Selasa, 21 Nov 2023, 03:00 WIB | Oleh:
Pangan untuk Atasi 'Stunting' Harus Berkualitas Doc: ANTARA/Erlangga Bregas Prakoso
Ket. Menko PMK Muhadjir Effendy memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/11).

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, meminta kepala daerah di seluruh Indonesia untuk serius dalam penyediaan bantuan makanan terkait penanganan stunting. Hal tersebut penting agar target prevalensi stunting 14 persen pada 2024 terpenuhi.

"Saya minta betul kepada semua ya, semua kepala daerah tak main-main dengan penyediaan makanan tambahan ini untuk penanganan stunting. Karena ini berkaitan target Pak Presiden yang 14 persen, kemudian juga jangka panjang menyiapkan generasi emas 2045," ujar Muhadjir, usai membuka seminar kesehatan, di Jakarta, Senin (20/11).

Dia menerangkan, seluruh pejabat tidak main-main menggunakan anggaran, terutama Dana Desa. Meski belum membuat standar jelas terkait bantuan makanan, tetapi pemda didorong untuk memanfaatkan pangan lokal sesuai kondisi daerah.

"Kan bisa serahkan saja ke masing-masing kelurahan. Di sana banyak orang punya ayam, kan bisa dibeli itu. Dari pada yang ga kerja itu kan bisa diberi dana pinjaman dana desa pelihara ayam, nanti telur dan daging bisa digunakan asupan gizi bagi anak dan ibu yang sedang hamil," jelasnya.

Terkait temuan bantuan makanan tambahan yang tidak layak untuk penanganan stunting di Kota Depok, Muhadjir menilai kendala transportasi jangan jadi pembenaran. Menurutnya, masalah tersebut bisa diantisipasi dengan mengoptimalkan Tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Dia menambahkan, Wakil Presiden, Ma'ruf Amin sudah membentuk tim untuk mengecek hal tersebut. Dia sendiri juga akan mengingatkan Walikota Depok agar kejadian tersebut tidak terulang. "Saya sudah mendapatkan berita Pak Wapres bikin tim untuk mengecek itu. Silakan saja. Karena saya kira bagus untuk dicek," tandasnya.

Tepat Sasaran

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah agar lebih teliti dalam memberikan bantuan pangan untuk Keluarga Risiko Stunting (KRS) agar tidak terjadi salah sasaran. Dia berharap, bantuan tersebut terjadi perbaikan gizi keluarga.

"Dengan demikian bantuan pangan tersebut harus dikonsumsi oleh anggota keluarga, jangan dijual atau salah sasaran diterima oleh keluarga yang tidak membutuhkan," katanya.

Berdasarkan Pemutakhiran Data Keluarga Indonesia tahun 2022, terdapat 13,5 juta lebih keluarga berisiko stunting di Indonesia. Menurutnya, pemerintah harus menggandeng berbagai unsur agar dapat memantau pangan tersebut dikonsumsi oleh orang yang tepat.

Dia juga meminta pemerintah fokus penanganan stunting di titik hulu. Lebih khusus, untuk anak-anak yang sudah stunting tidak hanya diberikan bantuan pangan saja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

10 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.