Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Otorita IKN Sebut Pembangunan Infrastruktur Sudah Sentuh Kawasan Investasi di Sepaku

📅 Rabu, 05 Mar 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
 Otorita IKN Sebut Pembangunan Infrastruktur Sudah Sentuh Kawasan Investasi di Sepaku Doc: Antara

KALIMANTAN TIMUR - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebutkan pembangunan infrastruktur mulai menyentuh kawasan-kawasan investasi Kota Nusantara, ibu kota Indonesia di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

1741102309_3ac428d4e4daefae802d.jpg

“Kami sudah rencanakan pembangunan infrastruktur melewati kawasan-kawasan investasi sebagai komitmen membangun pusat ekonomi dan keuangan,” ujar Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Sepaku, Penajam Paser Utara, beberapa hari lalu.

Keberadaan pusat ekonomi dan keuangan Kota Nusantara bakal mempercepat proses pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah di Provinsi Kaltim itu.

Pembangunan pusat ekonomi dan keuangan ibu kota Indonesia, sesuai perencanaan mirip dengan Manhattan, New York, Amerika Serikat, kata dia, diharapkan dapat menarik investasi dari berbagai sektor.

“Kawasan itu diproyeksikan juga dapat menciptakan lapangan kerja dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Kalimantan Timur dan sekitarnya,” tambahnya.

“Percepatan pembangunan infrastruktur kawasan-kawasan investasi komitmen kepala negara, yang diinstruksikan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Instruksi tersebut menggambarkan keseriusan pemerintah mewujudkan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Kota Nusantara sebagai pusat ekonomi dan keuangan baru di Indonesia.

Dengan dimulainya pembangunan infrastruktur pendukung kawasan pusat ekonomi tersebut, ditargetkan pusat keuangan Kota Nusantara dapat beroperasi pada 2026.

“Melalui kawasan-kawasan investasi tersebut, pembangunan jalan dan air bersih, serta utilitas dalam satu kompartemen multi utility tunnel (MUT), saat ini tahap pelelangan dan ditargetkan dimulai pada April 2025,” Basuki Hadimuljono.

Sementara itu, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono mengatakan Otorita IKN melakukan seleksi ketat investasi yang berminat terlibat dalam pembangunan ibu kota Indonesia, agar Kota Nusantara berlokasi di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, memiliki daya saing tinggi.

“Kami komitmen pastikan semua investasi terealisasi untuk kesejahteraan rakyat dan berkelanjutan pembangunan,” jelas Agung Wicaksono di Sepaku, kemarin.

“Proses seleksi ketat bukanlah tanda penurunan minat investor, tapi bagian dari tata kelola investasi yang profesional dan akuntabel,” tambahnya. Langkah tersebut bakal membuat Kota Nusantara bukan saja menarik minat investor, lanjut dia, tetapi juga menjadi model pembangunan kota modern yang terencana dengan matang, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

Otorita IKN menerima 536 surat ketertarikan untuk investasi (letter of intent/Lol).berbagai badan usaha berminat dalam pembangunan Kota Nusantara, lebih dari 60 persen merupakan investor yang minat membangun infrastruktur, sisanya tidak termasuk kategori investor pembangunan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.