Operasi SAR ATR 42-500 Mulai Temukan Bagian Utama Pesawat
📅 Senin, 19 Jan 2026, 14:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Istimewa
JAKARTA - TNI Angkatan Darat menunjukkan peran dominan dalam operasi pencarian dan penyelamatan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada hari kedua operasi atau H+1, Minggu (18/1/2026), tim SAR gabungan mulai mencatat kemajuan penting meski menghadapi cuaca ekstrem dan medan berisiko tinggi.
Sejak pagi hari, operasi dilakukan dalam kondisi angin kencang mencapai 20 hingga 22 knot dengan jarak pandang terbatas hingga lima meter. Kabut tebal yang turun sejak pukul 08.30 WITA serta hujan pada siang hari membuat pergerakan tim di lapangan berjalan lebih lambat dan membutuhkan koordinasi ekstra ketat.
Tantangan semakin berat karena lokasi pencarian berada di kawasan karst berbukit dengan tebing curam dan vegetasi rapat di ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut. Medan seperti ini menuntut kemampuan khusus personel SAR, terutama dalam teknik pendakian, navigasi, dan evakuasi darat.
Sebanyak 1.214 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi ini dengan TNI AD menjadi unsur terbesar sekaligus penggerak utama. Kekuatan TNI AD berasal dari Kodam XIV/Hasanuddin dan Divisi Infanteri 3 Kostrad yang dilengkapi kemampuan mountaineering, kesehatan lapangan, zeni, komunikasi taktis, serta pengamatan udara.
Untuk mendukung efektivitas operasi, TNI AD mengerahkan berbagai peralatan modern seperti drone, Night Vision Goggle, GPS, radio taktis, dan sistem komunikasi Starlink. Dukungan kendaraan taktis, motor trail, serta perlengkapan khusus seperti gergaji listrik dan alat mountaineering juga menjadi faktor penting dalam membuka akses menuju titik jatuh pesawat.
Sebaiknya Anda baca juga:

Hasil awal mulai terlihat sejak pukul 07.17 WITA setelah tim udara mendeteksi indikasi serpihan pesawat di area pencarian. Tidak lama kemudian, tim darat TNI AD yang bergerak dari dua jalur berbeda berhasil memastikan keberadaan bagian besar pesawat, termasuk badan dan ekor yang berada sekitar 300 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Pada pukul 08.37 WITA, tim SAR gabungan mengonfirmasi dua bagian utama pesawat dan langsung memasang sistem Starlink di lokasi untuk mempercepat pelaporan data lapangan. Langkah ini dinilai krusial agar koordinasi antara pos komando dan personel di medan ekstrem tetap berjalan real time.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pencarian terus dilanjutkan hingga sore dan malam hari dengan ditemukannya mesin pesawat, sejumlah serpihan penting, serta Emergency Locator Transmitter pada pukul 19.04 WITA. Temuan tersebut memperkuat titik fokus pencarian dan membantu pemetaan area evakuasi lanjutan.
Dalam operasi kemanusiaan ini, tim SAR juga menemukan satu bagian tubuh korban berjenis kelamin laki-laki di sekitar lokasi ekor pesawat. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap melalui jalur darat dengan mengutamakan keselamatan personel karena kontur medan yang terjal dan cuaca yang tidak stabil.
Keberhasilan progres H+1 menjadi bukti kesiapan prajurit TNI AD dalam menjalankan operasi SAR di wilayah ekstrem. TNI AD memastikan operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilanjutkan melalui jalur darat maupun udara sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!