New Zealand Putuskan Pengakuan Kedaulatan Palestina pada September 2025
📅 Selasa, 12 Agu 2025, 19:15 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: new zealand travel
WELLINGTON - Pemerintah New Zealand pada September 2025 akan memutuskan apakah pihaknya akan secara resmi mengakui negara Palestina, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) New Zealand Winston Peters pada Senin (11/8).
"Pemerintah akan dengan cermat mempertimbangkan posisinya selama sebulan ke depan terkait pengakuan terhadap negara Palestina," menurut pernyataan pemerintah New Zealand mengutip Peters.
New Zealand akan mengambil keputusan berdasarkan penilaian yang hati-hati, dipandu oleh prinsip, nilai, dan kepentingan nasionalnya, ujar Peters, seraya menambahkan bahwa "New Zealand sudah lama menunjukkan sikap jelas bahwa pengakuan terhadap negara Palestina adalah soal kapan, bukan jika."
Ia melanjutkan "Bencana kemanusiaan di Gaza memang layak menjadi perhatian utama dalam agenda global," seraya menambahkan bahwa dia telah memberikan arahan lisan kepada kabinet mengenai isu itu, dengan diskusi penuh dijadwalkan pada September.
New Zealand, "yang sudah lama mendukung solusi dua negara dan penentuan nasib sendiri bagi Palestina," akan terus mendorong penerapan gencatan senjata serta penyelesaian politik yang memungkinkan rakyat Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai, ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menilai apakah kondisi keamanan, politik, diplomatik, dan ekonomi yang memadai untuk terbentuknya negara Palestina yang layak dan sah sudah terlihat.
Ia akan menyampaikan posisi New Zealand dalam Pekan Pemimpin PBB (United Nations Leaders' Week) di New York pada akhir September. Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!