Musikal Petualangan Sherina: Aktor Cilik Cerdas Bertutur
📅 Selasa, 01 Jul 2025, 23:30 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Abdu Faisal
JAKARTA - Latihan di dunia teatrikal lewat pertunjukan Musikal Petualangan Sherina dengan menghafal lirik lagu yang cerdas dan dialog yang mengalir, secara tidak langsung berfungsi sebagai media pembelajaran bagi generasi penerus dunia akting di masa mendatang.
Aktor belia Nadindra Gynta dan Annabella Farizky yang berperan sebagai Sherina serta Alf Elijah Beloved dan Sahlendra Syarief sebagai Sadam, menjadi sering mengeluarkan kata-kata bijak yang membuat mereka terdengar lebih cerdas dibandingkan anak-anak setingkat mereka saat konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa.
"Orang dewasa yang hadir sampai terpana. Bahkan ada yang berpendapat kalau IQ mereka tinggi," kata "showrunner" sekaligus sutradara pertunjukan Musikal Petualangan Sherina 2025, Nurul "Nuya" Susantono, menegaskan penilaian audiens terhadap aktornya saat ditemui di lokasi.
Nuya menjelaskan bahwa proses audisi dilakukan secara daring sejak April 2025 dan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk menemukan para talenta yang dianggap tepat memerankan karakter utama Petualangan Sherina, Sherina dan Sadam.
Mereka akan tampil sebanyak 15 kali pertunjukan dan beban energi panggung untuk pemeran Sherina dan Sadam itu amat besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nuya mengakalinya dengan menunjuk empat orang untuk memerankan kedua karakter.
"Jadi gantian, misalnya di show 1 akan diperankan Gynta dan Sahl dulu, kemudian malamnya show 2 akan diperankan sama Ann sama Alf, gitu," kata Nuya.
Proses audisi yang ketat tak hanya sukses menemukan kemampuan musikal, tetapi juga melihat potensi unik dari setiap anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah latar belakang para pemeran muda. Gynta, sang pemeran Sherina, ternyata adalah seorang atlet "ice skating", sementara Alf lebih banyak berkecimpung di dunia musik sebagai seorang pianis.
Sedangkan Ann dan Shal juga berbakat sebagai penyanyi. "Mereka pinter-pinter ya, sepinter itu," kata Nuya mengungkapkan kekagumannya pada bakat yang dimiliki para aktor belia.
Fenomena itu memicu diskusi tentang korelasi antara kemampuan berkesenian dengan kecerdasan.
"Mungkin ada kaitannya ya, kemampuan berkesenian dengan kecerdasan, itu menurutku topik riset yang menarik," ujar Nuya.
Ia menambahkan, "Kalau kita mau bikin generasi yang bagus, perkenalkan sedini mungkin anak-anak dengan kesenian".
Seni teater, terutama teater musikal, tidak hanya mengasah kecerdasan kognitif, tetapi juga kecerdasan emosional, memberikan saluran ekspresi, dan melatih interaksi sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!