Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MRT Rute Fatmawati-TMII Akan Terintegrasi dengan LRT Jabodebek

📅 Rabu, 10 Des 2025, 17:18 WIB | Oleh:
MRT Rute Fatmawati-TMII Akan Terintegrasi dengan LRT Jabodebek Doc: ANTARA/Sigid Kurniawan
Ket. Rangkaian kereta MRT dan sejumlah kendaraan melintas di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) akan mengintegrasikan rute Fatmawati-TMII dengan LRT Jabodebek pada proyek pembangunan fase empat, beberapa tahun mendatang.

"Tentu itu akan dilakukan setelah konstruksi fase tiga yakni lintas timur–barat (east–west) rute Medan Satria–Tomang selesai. Fase ini targetnya mulai tahun depan," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat dalam konferensi pers peresmian Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Rabu (10/12). 

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya mohon dukungan agar pembangunan itu dapat berjalan lancar tanpa hambatan. 

Tuhiyat mengatakan pada 2026, MRT Jakarta akan memulai konstruksi jalur timur–barat dari Medan Satria Bekasi sampai Tomang sepanjang 24,5 km.

Hal ini sejalan dengan mandat pemerintah yakni membangun infrastruktur stasiun transportasi publik.

Sedangkan, MRT Fatmawati–TMII direncanakan akan melintasi 10 stasiun, yakni Fatmawati, Antasari, Ampera, Warung Jati dan Tanjung Barat. Kemudian, Ranco, Jalan Raya Bogor, Tanah Merdeka, Kampung Rambutan dan TMII.

Selain tersambung dengan MRT Fase satu, rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia, ada transportasi publik lainnya seperti lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek, kereta rel listrik (KRL) dan Transjakarta.

Proyek MRT fase empat sendiri direncanakan digarap dengan skema kerja sama badan usaha dengan pemerintah (KPBU) dan tidak lagi dilakukan dengan pembiayaan dari Jepang, yakni JICA seperti yang selama ini dilakukan di proyek MRT Jakarta.

Jaringan MRT lintas Timur–Barat akan menghubungkan kawasan Cikarang, Bekasi hingga Balaraja, Tangerang sebagai bagian dari rencana perluasan layanan transportasi massal berbasis rel di Jabodetabek.

Pembangunan lintas Timur–Barat ini terdiri atas dua fase besar. Fase I dibangun dalam dua tahap, yakni tahap 1 yang menghubungkan Medan Satria–Tomang sepanjang 24,5 kilometer dan tahap 2 yang melanjutkan trase dari Tomang menuju Kembangan dengan panjang 9,2 kilometer.

Sementara itu, fase II proyek tersebut akan mencakup pembangunan jalur dari Kembangan ke Balaraja serta dari Medan Satria menuju Cikarang dengan total panjang mencapai 50,4 kilometer. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.