Sambut Fase 2A, Stasiun MRT Bundaran HI Diperluas dan Ditambah Akses
📅 Kamis, 04 Jun 2026, 15:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Progres pembangunan ruang multifungsi (extended concourse) dan akses masuk (entree) baru di Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menunjukkan perkembangan positif. Hingga Mei 2026, capaian konstruksi proyek tersebut telah mencapai 6,97 persen atau sedikit melampaui target yang ditetapkan sebesar 6,92 persen.
Pembangunan yang dimulai sejak Februari 2026 itu menjadi bagian dari persiapan PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam mengantisipasi potensi peningkatan jumlah pelanggan saat operasional MRT Jakarta fase 2A mulai berjalan. Sejumlah pekerjaan utama seperti borepile, pemasangan tiang penyangga sementara (kingpost), hingga pengerjaan area concourse saat ini terus dilakukan.
Pengembangan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas sirkulasi bawah tanah di kawasan Bundaran HI sekaligus membuka peluang interkoneksi dengan berbagai area komersial yang berada di sekitar stasiun. Dengan demikian, mobilitas masyarakat di kawasan pusat bisnis Jakarta diharapkan menjadi semakin terintegrasi.
Dalam rencana pengembangannya, akan dibangun ruang multifungsi serta tiga akses masuk baru yang terdiri atas dua entree di sisi barat stasiun dan satu entree di sisi timur. Dua akses akan dilengkapi tangga dan eskalator, sedangkan satu akses lainnya dilengkapi elevator untuk memudahkan mobilitas pengguna.
Fasilitas tersebut nantinya akan terhubung dengan area pejalan kaki di kedua sisi Jalan MH Thamrin. Masyarakat juga dapat mengakses kawasan tersebut melalui lift yang tersedia di Halte Transjakarta Bundaran HI Astra sehingga konektivitas antarmoda transportasi semakin optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain pembangunan ruang multifungsi dan entree baru, proyek ini juga mencakup pembangunan cooling tower dan ventilation tower yang berfungsi sebagai sistem pendingin dan ventilasi stasiun. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada pertengahan 2027.
Pengembangan kawasan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta dilakukan untuk memperkuat konsep kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). Konsep tersebut mengedepankan integrasi transportasi publik dengan kawasan perkotaan, bangunan komersial, serta fasilitas pendukung lainnya guna meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat.
Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta sendiri merupakan salah satu stasiun tersibuk pada fase 1 lintas utara-selatan MRT Jakarta. Stasiun yang berada sekitar 18 meter di bawah permukaan tanah tersebut melayani rata-rata 450 ribu hingga 500 ribu pelanggan setiap bulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jumlah pengguna diperkirakan akan terus meningkat seiring beroperasinya MRT Jakarta fase 2A lintas utara-selatan segmen Bundaran HI–Monas. Karena itu, pembangunan ruang multifungsi dan akses tambahan dinilai penting untuk mendukung kapasitas pelayanan yang lebih besar pada masa mendatang.
PT MRT Jakarta menargetkan pengembangan tersebut menjadi bagian dari kesiapan operasional fase 2A segmen lanjutan hingga kawasan Kota yang direncanakan mulai beroperasi pada 2029. Dengan bertambahnya kapasitas dan konektivitas stasiun, layanan transportasi publik di pusat Jakarta diharapkan semakin efisien dan terintegrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!