Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meskipun Penting, Ini Bahaya Kelebihan Konsumsi Protein Bagi Tubuh

📅 Sabtu, 22 Mei 2021, 09:26 WIB | Oleh:
Meskipun Penting, Ini Bahaya Kelebihan Konsumsi Protein Bagi Tubuh Doc: Istimewa

Sama seperti lemak dan karbohidrat, protein merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa fungsi protein bagi tubuh seperti sumber energi, membentuk berbagai enzim dan hormon dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Meskipun penting, mengonsumsi terlalu banyak protein juga bisa memicu bahaya bagi tubuh. Berikut efek negatifnya:

1. Berat badan bertambah

Mengonsumsi kelebihan protein akan disimpan sebagai lemak, sedangkan kelebihan asam amino akan diekskresikan. Kondisi ini yakan akan memicu kenaikan berat badan dari waktu ke waktu.

2. Bau mulut

Membatasi asupan karbohidrat dan melebihkan konsumsi protein dapat menyebabkan bau mulut hal ini terjadi karena tubuh memasuki fase ketosis. Ketika tubuh memasuki fase ini, maka akan memicu bau tak sedap. Anda perlu memperbanyak asupan air dan mengunyah permen karet untuk mengatasi bau mulut.

3. Kehilangan kalsium

Melansir medicalnewstoday, apabila tubuh terlalu banyak menyimpan protein, maka hal ini juga akan menyebabkan hilangnya kalsium. Sehingga, hal ini juga bisa berkontribusi dalam memicu kerusakan tulang.

4. Kerusakan ginjal

Bagi penderita ginjal, asupan protein yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Hal ini dikarenakan asam amino pembentuk protein mengandung nitrogen tinggi. Akibatnya, ginjal harus bekerja lebih keras untuk menyingkirkan nitrogen tambahan dan produk sisa metabolisme tubuh.

5. Dehidrasi

Sebuah penelitian menemukan asupan protein yang berlebihan dapat menurunkan kadar air dalam tubuh. Anda bisa meminimalkan risiko ini dengan meningkatkan asupan air.

6. Meningkatkan risiko kanker

Sebuah studi menunjukkan bahwa diet tinggi protein seperti daging merah memicu peningkatan risiko kanker kolorektal, payudara, dan prostat. Para ilmuwan meyakini bahwa hal tersebut bisa terjadi karena adanya senyawa karsinogenik dan lemak yang ditemukan dalam daging merah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Olahraga
Tes Genetik WTA Dimulai, Pe...

Polres Situbondo Distribusikan Air Bersih ke Desa Kekurangan Air

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Polres Situbondo Distribusi...

Setelah 1.120 Hektare Terdampak Karhutla Bromo Akhirnya Terkendali

36 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Setelah 1.120 Hektare Terda...
Rona
DC Peti Eskan Serial Amanda...
Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

Pos Indonesia Disebut Gagal Bayar Sukuk dan Minta Restrukturisasi

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.