Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menuju Tata Kelola Lebih Baik, Kemenkop Siapkan Pelatihan Pengawas untuk 80 Ribu Kopdes Merah Putih

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 20:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menuju Tata Kelola Lebih Baik, Kemenkop Siapkan Pelatihan Pengawas untuk 80 Ribu Kopdes Merah Putih Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi- Koperasi Unit Desa.

JAKARTA – Peran pengawas dalam Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sangat penting untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan tata kelola koperasi. Peran pengawas di Kopdes Merah Putih bisa sangat efektif jika didukung dengan SDM yang kompeten; sistem yang transparan; dan budaya organisasi yang terbuka.

Namun tanpa itu, pengawas bisa jadi hanya simbolik. Perlu intervensi kebijakan, pelatihan, dan sistem kontrol berbasis komunitas agar fungsinya benar-benar berdampak.

Untuk itu, diperlukan pelatihan berkala bagi pengawas koperasi oleh pemerintah atau lembaga pendamping seperti Kemenkop UKM; digitalisasi sistem pencatatan keuangan agar transparan dan mudah diawasi; audit eksternal berkala untuk memvalidasi pengawasan internal; dan keterlibatan aktif anggota sebagai bentuk kontrol sosial tambahan.

Kementerian Koperasi akan melatih pengawas organik maupun pengawas internal pada Agustus mendatang untuk 80 ribu Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih yang ditargetkan selesai dibentuk pada Juli.

“Mulai Agustus pelatihannya. Setelah (koperasinya) terbentuk kan Juli, jadi mulai Agustus kami lakukan pelatihan terkait dengan pengawasan,” ucap Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi Herbert H. O. Siagian di Jakarta, Rabu (16/4).

Pelatihan pengawas tersebut dibutuhkan untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang akan tumbuh dari program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, terutama pada saat dana sudah disalurkan.

Herbert berupaya untuk mencegah terjadinya fraud atau kecurangan/penipuan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang di dalam koperasi, baik itu pengurus, pegawai, anggota, atau bahkan pihak luar.

“Pak Menteri (Koperasi Budi Arie Setiadi) juga sudah mewanti-wanti untuk ini (pengawasan) menjadi prioritas, jangan asal membentuk dan tidak segera diawasi, khususnya oleh pengawas internal,” ucapnya.

Herbert menyampaikan bahwa masing-masing koperasi membutuhkan tiga orang pengawas organik atau pengawas internal. Dengan demikian, untuk 80 ribu koperasi, akan dibutuhkan 240 ribu pengawas.

Pengawas koperasi dipilih melalui rapat anggota dan berasal dari desa/kelurahan tempat koperasi tersebut berdiri.

Pelatihan pengawas nantinya meliputi materi ihwal dasar-dasar pengawasan berbasis manajemen risiko, anti-pencucian uang, mempelajari dasar-dasar laporan keuangan, akuntabilitas, dan lain-lainnya.

Herbert memperkirakan pelatihan tersebut membutuhkan waktu kira-kira 5 hari dan setiap pengawas harus menjalani pelatihan.

“Hitungannya itu kira-kira Rp5 juta per kepala, itu anggaran pelatihan biasa,” kata Herbert.

Dengan demikian, secara keseluruhan, anggaran yang dibutuhkan oleh kedeputiannya untuk pelatihan pengawas berkisar di angka Rp1,2 triliun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.