Menlu RI Tekankan Pentingnya Kerja Sama Kolektif ASEAN Atasi Tantangan Keamanan
📅 Kamis, 25 Apr 2024, 08:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Kemlu RI
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menekankan pentingnya kerja sama kolektif di antara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mengatasi tantangan keamanan kawasan dan global.
Ketika berbicara dalam ASEAN Future Forum yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam, pada Rabu (24/4), dia memaparkan bahwa isu keamanan mencakup banyak dimensi, tidak hanya aspek militer dan politik, tetapi juga sosial, ekonomi, dan lingkungan.
"Dalam pidato, saya sampaikan bahwa bagi ASEAN, isu keamanan adalah bagian penting dari cerita mengenai ASEAN," kata Retno, yang menyampaikan pernyataan pers secara daring.
Ia menyoroti bagaimana lanskap keamanan kawasan dan global sekarang ini berubah dengan cepat, mulai dari rivalitas kekuatan besar, perang yang terus berlanjut di Ukraina dan Gaza, konflik di Myanmar, serta tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, serta meningkatnya kejahatan lintas batas.
Kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan big data di satu sisi disebutnya membawa manfaat besar, tetapi di sisi lain menjadi tantangan besar bagi keamanan, sehingga memerlukan respons inovatif dan adaptif.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tren ini bukan hanya berdampak bagi dunia saat ini, tetapi juga akan menentukan masa depan kita, termasuk masa depan ASEAN," katanya.
Oleh karena itu, dalam pidatonya Retno menyampaikan beberapa pemikiran mengenai bagaimana ASEAN dapat terus tumbuh di tengah situasi yang terus berubah.
Pertama, Retno menyebut ASEAN harus terus memerankan kepemimpinannya dalam pengembangan arsitektur dan kerja sama di Indo-Pasifik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya tekankan mengenai pentingnya ASEAN yang kuat dan bersatu. ASEAN yang relevan, ASEAN yang matters dan berperan sentral di kawasan. ASEAN yang dapat merespons berbagai tantangan di kawasan dengan sigap," tutur dia.
Ia pun mengatakan bahwa ASEAN harus memastikan Indo-Pasifik tetap menjadi kawasan yang damai, terbuka, dan inklusif-yang mengedepankan dialog dan kolaborasi konkret dengan pendekatan win-win dan bukan pendekatan zero- sum.
Selain itu, penghormatan dan implementasi hukum internasional perlu dijalankan secara konsisten.
Oleh karena itu, kata Retno, pengarusutamaan implementasi ASEAN Outlook on the Indo- Pacific dalam seluruh mekanisme ASEAN menjadi sangat penting, sebagaimana ditunjukkan Indonesia selama keketuaannya tahun lalu dengan menyelenggarakan ASEAN-Indo Pacific Forum dan penguatan hubungan dengan Pacific Island ForumdanIndian Ocean Rim Association(IORA).
Kedua, Menlu Retno menegaskan bahwa ASEAN harus memiliki pendekatan yang komprehensif untuk isu keamanan.
Isu ketahanan pangan, energi, dan keuangan diproyeksikan akan menjadi tantangan ekonomi utama yang dihadapi ASEAN di masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!