Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Sebut Penyemprotan Jalan Tidak Efektif Atasi Polusi

📅 Senin, 28 Agu 2023, 01:15 WIB | Oleh:
Menkes Sebut Penyemprotan Jalan Tidak Efektif Atasi Polusi Doc: koran jakarta/Muhamad Ma’rup
Ket. PENYEMPROTAN JALAN -- Menteri Keseharan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dalam acara AseanN Car Free Day, di Jakarta, Minggu (27/8). Menkes menilai penyemprotan jalan sebaiknya dari atas bukan dari bawah.

JAKARTA - Menteri Keseharan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyebut penyemprotan jalan tidak efektif mengatasi polusi dan hanya memindahkan polusi saja. Menurutnya, akan efektif jika penyemprotan tidak dilakukan dari bawah dan dilakukan secara meluas.

"Partikel PM2,5 banyak beredar di udara atas, bukan di bawah. Jadi sebenarnya kalau menyemprot harus di atas, bukan di bawah. Kegiatan penyemprotnya juga harus luas karena kalau sedikit itu hanya menggeser-geser saja malah bisa menyebarkan dan pindah ke tempat lain," ujar Menkes usai acara Asean Car Free Day, di Jakarta, Minggu (27/8).

Menkes menerangkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) membagi polusi udara ke dalam dua kelompok, yaitu gas dan partikel. Polusi udara yang dipicu gas bersumber dari nitrogen monoksida, sulfur monoksida, dan karbon monoksida, sedangkan polusi udara berasal dari partikel PM2,5 dan PM10. "Hanya ada dua hal yang bisa menghilangkan partikel PM2,5 dan sumber-sumber polutan lainnya secara cepat, yaitu hujan lebat dan angin kencang," tambahnya.

Budi mencontohkan, pada 17 Agustus 2023 lalu, berbagai pemantauan indeks kualitas udara di Jakarta menunjukkan angka berwarna kuning bahkan hijau. Menurutnya, saat itu ada angin kencang yang meniup polusi udara menjauhi Ibu Kota Indonesia tersebut.

Dia menambahkan, ada tiga penyebab utama polusi udara. Ketoga penyebab yaitu transportasi, pembangkit listrik tenaga uap yang memakai bakar batu bara, dan industri-industri yang menggunakan batu bara atau bahan bakar karbon lainnya.

"Jadi kalau mau mengurangi PM2,5 itu yang biasanya dikurangi adalah transportasi, pembangkit listrik, dan industri. Inilah yang menyebabkan banyak PM2,5 berada di atas," katanya.

Menkes mengajak warga untuk menggunakan sarana transportasi publik guna mengurangi polusi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai Apple bukan utk diperbaiki, rusak buang, ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.