Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkes Sebut Dugaan Korupsi APD Terjadi saat Awal Pandemi

📅 Senin, 13 Nov 2023, 03:40 WIB | Oleh:
Menkes Sebut Dugaan Korupsi APD Terjadi saat Awal Pandemi Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Tangkapan layar - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan dalam agenda Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2023 di Jakarta, Sabtu (11/11).

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyebut dugaan korupsi Alat Pelindung Diri (APD) terjadi saat awal pandemi Covid-19 sebelum dirinya menjabat sebagai Menkes. Hal tersebut terjadi karena ada pembelian-pembelian yang harus dilakukan cepat.

"Itu memang kejadian di awal-awal pandemi. Saya memang sudah pelajari sebelum saya masuk memang kan ada pembelian-pembelian yang harus cepat dilakukan untuk di awal-awal," ujar Menkes, usai membuka Ayo Sehat Festival 2023, di Jakarta, Minggu (12/11).

Menkes menuturkan, pembelian cepat tersebut berakibat adanya harga yang tidak sesuai dan berbeda. Untuk itu, saat ini pihaknya menekankan agar setiap keputusan yang diambil cepat harus bertujuan menyelamatkan masyarakat.

"Ada memang saat-saat di mana harus mengambil keputusan cepat, tapi saya bilang keputusan cepat itu jangan ada niatan untuk memperkaya diri sendiri. Tapi kalau itu untuk menyelamatkan masyarakat harus dilakukan," tegasnya.

Sebagai informasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan proyek APD di lingkungan Kemenkes tahun anggaran 2020-2022 dengan nilai mencapai 3,3 triliun rupiah dan dugaan korupsi ratusan miliar.

Menkes memastikan pihaknya akan mendukung semua langkah penegakan hukum terkait perkara tersebut. "Saya sudah minta posisi di kemenkes yang penting kita dukung semua langkah penegakan hukum," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan, pihaknya telah memulai penyidikan dugaan korupsi pengadaan APD di Kemenkes. Pihaknya sudah mengantongi beberapa nama dan sudah menandatangani Surat Perintah Penyidikan (Sprindik).

Dia menyebut, siapa saja pihak yang ditetapkan sebagai tersangka akan diumumkan usai penyidikan rampung. Termasuk juga terkait konstruksi perkara serta detail lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

40 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.