Masuki Usia 50 Tahun, Ini Empat Hal Tingkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan
📅 Kamis, 02 Mar 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: freepik
Jay Maddock, Texas A&M University
Ketika bola dijatuhkan pada Malam Tahun Baru untuk menandai awal 2023, saya menyadari fakta bahwa saya akan berusia 50 tahun.
Umur yang menyentuh dekade baru merupakan waktu yang tepat untuk berhenti sejenak dan merenungkan kehidupan kita, terutama saat mencapai usia paruh baya. Untuk laki-laki Amerika berusia 50 tahun, harapan hidup rata-rata yang tersisa adalah 28 tahun lagi; untuk perempuan 32 tahun.
Sebagai profesor kesehatan masyarakat yang ahli dalam promosi kesehatan, saya mulai memikirkan hal-hal yang dapat dilakukan dalam usia penting ini untuk meningkatkan peluang hidup sehat selama beberapa dekade mendatang.
Setelah meninjau literatur tentang penuaan yang sehat, saya mengidentifikasi empat hal yang makin penting saat kamu berusia 50 tahun. Hal-hal ini di luar saran kesehatan umum yang bermanfaat pada usia berapa pun, seperti tetap aktif, makan dengan baik dan cukup tidur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lakukan Pemeriksaan Kolonoskopi
Upaya mendorong setiap orang untuk melakukan pemeriksaan kolonoskopi tentu saja bukan nasihat yang menyenangkan. Namun, itu salah satu saran yang paling penting.
The American Cancer Society memperkirakan bahwa akan ada lebih dari 105.000 kasus baru kanker usus besar, lebih dari 45.000 kasus baru kanker dubur, dan lebih dari 50.000 kematian akibat kanker kolorektal (kanker usus besar) pada 2023 saja.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini menjadikan kanker kolorektal penyebab utama kedua kematian terkait kanker untuk laki-laki dan perempuan.
Kabar baiknya, tingkat kelangsungan atau ketahanan hidup akan tinggi jika kanker terdeteksi dini, sebelum menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tingkat kelangsungan hidup berisiko turun drastis jika kanker ditemukan pada tahap selanjutnya.
Pemeriksaan kolonoskopi adalah prosedur rawat inap rutin yang mencakup pemeriksaan rektum dan usus besar dan membutuhkan sedasi (pembiusan) atau anestesi.
Selain mendeteksi kanker atau polip yang berpotensi ganas, dokter juga dapat mendeteksi jaringan bengkak dan bisul. Hal ini mungkin mengindikasikan potensi masalah sehingga membutuhkan pemantauan yang lebih sering.
Untuk orang yang berisiko rendah terkena kanker kolorektal, ada tes yang kurang invasif yang dapat dilakukan di rumah, seperti Cologuard. Tes ini melibatkan pengumpulan dan pengiriman sampel kotoran ke laboratorium. Pilihan ini harus didiskusikan dengan dokter untuk mengetahui skrining mana yang terbaik untukmu.
Pada 2021, Gugus Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat, sebuah panel pakar nasional, mengubah rekomendasinya untuk memulai skrining kanker kolorektal dari usia 50 hingga 45 tahun untuk orang dengan risiko rendah. Akibatnya, perusahaan asuransi diwajibkan untuk menanggung biaya pemeriksaan siapa pun yang berusia 45 tahun atau lebih.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!