Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perbankan Indonesia Tahan Guncangan Global, OJK Sebut Permodalan Sangat Solid

📅 Rabu, 01 Apr 2026, 20:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perbankan Indonesia Tahan Guncangan Global, OJK Sebut Permodalan Sangat Solid Doc: Antara
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/4).

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini industri perbankan mampu menghadapi dan melewati risiko atau dampak rambatan perang Timur Tengah, sekaligus memastikan kondisi permodalan (capital adequacy ratio/CAR) berada dalam posisi yang kuat untuk menyerap risiko.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mencatat bahwa rasio permodalan (CAR) industri perbankan saat ini berada pada kisaran 25-27 persen, jauh di atas ketentuan internasional.

“Kita sudah pernah menghadapi situasi yang lebih buruk dari ini, seperti COVID itu cukup lama sampai bertahun-tahun, tapi kita bisa survive dengan kebijakan-kebijakan. Jadi tidak ada sesuatu yang terlalu dikhawatirkan karena kita pernah menghadapi situasi yang lebih parah, kira-kira begitu,” katanya saat dijumpai di DPR RI, Jakarta, Rabu (1/4).

Dian menjelaskan bahwa dampak rambatan konflik Timur Tengah terhadap sistem keuangan nasional, termasuk perbankan, bergantung pada durasi konflik tersebut.

Ia memastikan, otoritas terus menganalisis dan menghitung berbagai risiko yang mungkin muncul. Dampak konflik disebut dapat masuk ke sistem keuangan melalui berbagai jalur transmisi, seperti nilai tukar, inflasi, dan indikator lainnya.

Seluruh implikasi tersebut, ujar Dian, sedang dan terus dianalisis secara mendalam, termasuk potensi risiko pasar yang akan dihadapi perbankan. Pemantauan dilakukan secara berkala, bahkan hingga masing-masing bank.

“Secara voluntarily, bank-bank itu kan melakukan stress test. Dan kita sendiri pun, di tim kita (OJK) juga melakukan hal yang sama sebetulnya untuk melakukan stress test,” kata dia.

Ketika ditanya mengenai proyeksi net interest margin (NIM) tahun ini, Dian menyampaikan bahwa perkembangannya masih bergantung pada situasi ekonomi dan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi, seperti suku bunga, simpanan, penyaluran kredit, serta risiko pasar termasuk kemungkinan kenaikan yield.

Menurutnya, dampak ketidakpastian global terhadap NIM industri perbankan tetap ada, namun besarannya masih harus ditinjau lebih dalam sesuai perkembangan situasi.

Ketika ditanya apakah NIM industri dapat meningkat tahun ini, Dian juga menyatakan, belum dapat memastikan hal tersebut karena masih perlu melihat kondisi perekonomian dan situasi bisnis secara lebih menyeluruh.

“Situasi kondisi perekonomian kita, situasi bisnis dan lainnya, kita harus lihat juga, ya. Harapan kita tentu saja NIM akan ada perbaikan. Tapi saya tidak berani mengatakan (NIM berpotensi naik atau turun) sebelum saya melakukan analisis yang lebih dalam,” kata Dian.

Sebelumnya, dalam menghadapi risiko geopolitik di Timur Tengah yang meningkat, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) memastikan bahwa industri perbankan memperketat prudential measures, termasuk kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (prudential banking).

Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (27/3), menegaskan bahwa indikator fundamental perbankan domestik masih berada pada level yang solid, meskipun volatilitas eksternal meningkat.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.