Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mafia Berupaya Halangi Pengembangan Pertanian Multikultural

📅 Senin, 24 Okt 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Mafia Berupaya Halangi Pengembangan Pertanian Multikultural Doc: ISTIMEWA
Ket. Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, kepada Koran Jakarta, Minggu (23/10), me­ngatakan dengan pertanian multikultur, ke­tahanan, dan keamanan pangan akan lebih terjaga, berkelanjutan, berkeadilan serta me­nyejahterakan petani kecil. Indonesia, jelasnya, sangat cocok untuk me­ngembangkan pertanian multikultur, karena masing masing daerah memiliki potensi pa­ngan lokal dan makanan khas selain padi/be­ras yang dapat digali dan lebih dikembangkan.

» Produksi padi nasional stagnan akibat konversi lahan sawah ke perumahan juga meningkat.

» Kampanye pangan lokal semestinya memiliki target yang jelas dari tahun ke tahun.

JAKARTA - Selain mengantisipasi krisis pangan global, pemerintah juga dituntut mewujudkan kedaulatan pangan berbasis pertanian multikultur dengan diversifikasi pangan lokal.

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, kepada Koran Jakarta, Minggu (23/10), mengatakan dengan pertanian multikultur, ketahanan, dan keamanan pangan akan lebih terjaga, berkelanjutan, berkeadilan serta menyejahterakan petani kecil.

Indonesia, jelasnya, sangat cocok untuk mengembangkan pertanian multikultur, karena masing masing daerah memiliki potensi pangan lokal dan makanan khas selain padi/beras yang dapat digali dan lebih dikembangkan.

"Pengembangannya belum optimal dibanding potensi yang ada, masih cenderung monokultur," kata Awan.

Hal itu sangat disayangkan karena produksi padi nasional stagnan akibat konversi lahan sawah ke perumahan juga meningkat.

Tidak berkembangnya program substitusi pangan menurut Awan karena masih banyak mafia impor pangan yang menghendaki pemerintah terus mengimpor meskipun menguras devisa negara.

"Makanya, pemerintah sulit mengejar target kemandirian pangan. Padahal, banyak pilihan kebijakan yang sebenarnya bisa didorong. Misalnya, gerakan bersama untuk kembali mengutamakan pangan lokal melalui revitalisasi pertanian multikultur sebagai basis diversifikasi pangan dan peningkatan produksi pangan lokal," jelas Awan.

Sambil mendorong pertanian multikultur, pada saat yang sama pemerintah juga perlu mengupayakan demokratisasi tata niaga pangan melalui penguatan koperasi tani. Hal itu bertujuan agar perekonomian petani lebih tertata sehingga bisa tumbuh pesat.

"Dengan penguatan koperasi tani, sektor pangan tidak lagi menjadi arena perburuan rente, para importir atau mafia pangan," pungkas Awan.

Target yang Jelas

Dari Yogyakarta, Guru Besar Pertanian Universitas Gadjah Mada, (UGM), Masyhuri, mengatakan kampanye pangan lokal melalui gelar pangan Nusantara oleh Badan Pangan Nasional tidak boleh hanya menjadi ceremony tahunan tanpa target yang jelas. Setiap kampanye pangan lokal semestinya memiliki target yang jelas dari tahun ke tahun dan harus fokus pada selera konsumen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
OJK Perkuat Ekosistem Keuan...
Daerah
Pemerintah Kabupaten Sumene...
Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Kaji Usul...
Daerah
Kementan Percepat Peningkat...
Nasional
Kemenkes Sebut Nakes Dilind...
133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.