Korban Banjir Jakarta Cukup Bawa Badan! Gubernur Pramono Gratiskan Seluruh Biaya Rumah Sakit
📅 Selasa, 27 Jan 2026, 19:48 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan seluruh warga yang terdampak musibah banjir akan mendapatkan layanan kesehatan secara cuma-cuma di seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah darurat untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular yang kerap muncul pasca-genangan, seperti leptospirosis atau penyakit kencing tikus.
“Untuk yang terdampak banjir kalau di Jakarta semuanya gratis," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Timur, Selasa.
Puskesmas di Jakarta ada 44, Kemudian Puskesmas Pembantu ada 292 dan rumah sakit juga ada 31. "Semuanya kalau ada korban terdampak banjir, maka kami gratiskan," katanya.
Selain layanan medis, Pramono turut menyoroti ancaman penyakit kencing tikus atau leptospirosis yang kerap mengintai warga usai musibah banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyakit leptospirosis menjadi ancaman serius karena dipicu oleh bakteri dari urine hewan yang terbawa genangan.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam, nyeri otot atau mata memerah setelah melakukan aktivitas bersih-bersih rumah pascabanjir.
Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit itu di Jakarta, ia memastikan jajaran dinas terkait tetap melakukan langkah preventif untuk mencegah munculnya penyakit tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya terngiang-ngiang dengan kencing tikus dan itu ternyata di Jakarta belum ada. Toh kalau ada, kami pasti akan secara preventif melakukan pencegahan terhadap itu. Dan siap untuk itu. Kalau ada,” kata Pramono.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga meminta agar seluruh rumah sakit di Jakarta tidak membeda-bedakan pasien BPJS maupun non-BPJS.
Ia meminta agar seluruh jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan pelayanan terbaik, tanpa membeda-bedakan pasien. Pasien BPJS maupun non-BPJS harus diperlakukan setara.
Pramono berharap seluruh rumah sakit, termasuk yang dikelola pemerintah mampu meningkatkan standar pelayanan demi memberikan rasa nyaman bagi pasien.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan melalui pelayanan yang lebih manusiawi.
"Itu menjadi harapan bagi kita semua untuk kita di Jakarta mempunyai rumah sakit yang baik," ujar Pramono.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!