Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Konflik Brutal Awak Kapal Batavia, Pembantaian Paling Barbar dalam Sejarah Maritim

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konflik Brutal Awak Kapal Batavia, Pembantaian Paling Barbar dalam Sejarah Maritim Doc: Istimewa

Pulau-pulau di pantai barat Australia menjadi saksi bagi tragedi rombongan armada kapal Batavia milik VOC. Konflik kepala armada dengan anak buah yang memberontak menciptakan kebrutalan dan barbarisme yang memakan banyak korban.

Hampir 400 tahun yang lalu, beberapa jam sebelum fajar pada 4 Juni 1629, sebuah kapal induk Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie/VOC) dirusak di Morning Reef dekat Pulau Beacon, sekitar 60 kilometer lepas pantai Australia barat.

Itu adalah pelayaran perdana Batavia, menuju koloni Hindia Timur Belanda di Jakarta modern. Tragedi penenggelaman kapal akan dibayangi oleh pemberontakan berikutnya di antara orang-orang yang selamat di Kepulauan Houtman Abrolhos di barat Australia yang terisolasi.

Selama abad ke-17 dan ke-18, VOC mendominasi perdagangan rempah-rempah antara Hindia Timur dan Belanda. Berlayar di sepanjang jalur perdagangan Samudra Hindia merupakan usaha berisiko bagi mereka yang mencari ketenaran dan kekayaan dari VOC.

Rute tersebut memudahkan pelayaran kapal dengan memanfaatkan angin baratRoaring Fortiesyang bertiup dari Tanjung Harapan. Kapal lurus menuju Samudra Hindia ke benua Australia. Selanjutnya berbelok ke utara, mengarah ke Indonesia.

Peristiwa dimulai ketika pada 28 Oktober 1628, kapal Batavia berangkat dari pelabuhan Texel, Belanda. Selain Batavia, kapal ini ditemani kapal lain sehingga totalnya sebanyak delapan kapal. Panjang kapal tersebut 46 meter dan dipersenjatai dengan 24 meriam besi tuang.

Sebagai kapal dagang, Batavia sarat dengan koin perak dan perlengkapan bangunan yang ditujukan untuk koloni Batavia yang makmur. Ketika kembali kapal membawa rempah-rempah dalam jumlah yang banyak, seperti lada sebagai komoditas VOC di Eropa.

Diperkirakan lebih dari 340 orang berada dalam rombongan Batavia kapal itu. Lebih dari dua pertiga dari kompi itu adalah para pelaut dan perwira, sekitar 100 tentara dan sisanya pelancong pribadi menuju koloni.

Malang, armada tersebut mengalami badai di Laut Utara. Badai membuat rombongan kapal hanya tersisa tiga yaitu Batavia, Assendelft dan Buren. Peristiwa kembali berubah menjadi menakutkan setelah mengitari Tanjung Harapan sebulan lebih cepat dari jadwal. Badai lain memisahkan Batavia dari kapal-kapal yang tersisa, sehingga kapal ini sendirian ketika menyeberangi Samudera Hindia menuju pantai barat Australia.

Pada titik ini, hanya ada sedikit kerja sama antara kedua pemimpin ekspedisi tersebut. Komandan Francisco Pelsaert adalah kepala armada yang berlayar dari Texel. Ia berhadapan dengan kapten kapal Batavia adalah Ariaen Jacobsz.

Struktur komando ganda ini adalah praktik umum di VOC, tetapi sayangnya selama pelayaran ini Pelsaert dan Jacobsz saling tidak percaya setelah perselisihan di India dua tahun sebelumnya. Masalah semakin memburuk karena wakil Pelsaert, Jeronimus Cornelisz, bersama Jacobsz, merencanakan pemberontakan terhadapnya.

Pemberontakan yang direncanakan tidak pernah terjadi karena Batavia terjebak Morning Reef. Angin kencang, kurangnya pengetahuan tentang garis bujur kapal dan kondisi waktu malam mungkin digabungkan untuk mendorong kapal menuju bencana. Diperkirakan hingga 100 orang tewas segera setelah Batavia menabrak karang.

Terdampar di Kepulauan

Keesokan paginya sebagian besar yang selamat diangkut dengan sekoci ke Pulau Beacon, pulau pasir di bagian utara Kepulauan Houtman Abrolhos. Posisi pulau dua kilometer jauhnya dari lokasi bangkai kapal Batavia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.