Kolaborasi LKKPN Pekanbaru dengan Masyarakat untuk Menjaga Penyu di Anambas
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 16:55 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Natuna - Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru berkolaborasi dengan Kelompok Penyu Jemaja Lestari menjaga dan mengelola kawasan konservasi di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala LKKPN Pekanbaru Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rahmat Irfansyah dikonfirmasi dari Natuna, Jumat, mengatakan kolaborasi tersebut telah terjalin sejak 2019 dan semakin erat pada periode 2020 hingga 2025.
Pada Rabu (30/4) pihaknya bersama kelompok Penyu Jemaja Lestari dan para pemangku kepentingan melepas 300 tukik di Anambas.
Kelompok Penyu Jemaja Lestari, lanjut dia, merupakan kelompok yang bergerak dalam perlindungan penyu. Kelompok ini dibentuk pada 2021 atas saran LKKPN Pekanbaru.
Tujuan pembuatan kelompok agar masyarakat Anambas bernama Burhan yang konsentrasi melindungi penyu, bisa menularkan kebiasaan baiknya ke orang lain, dengan harapan pelestarian penyu dilakukan secara kolektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Burhanuddin mulai kami perhatikan dan secara intensif dan kami ajak berkolaborasi sejak 2020, karena apa yang dilakukannya bermanfaat bagi ekosistem,” ucap dia.
Setelah berhasil membuat kelompok, Burhan bersama rekannya diberikan pembinaan berbagai hal tentang konservasi dan diberikan informasi terkait peluang untuk mendapatkan bantuan penunjang operasi perlindungan penyu.
Setelah berdiri kelompok mengajukan bantuan, kemudian disetujui oleh KKP, dan bantuan diserahkan pada 2022. Jika diuangkan total bantuan mendekati Rp100 juta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah ini merupakan salah satu komitmen LKKPN Pekanbaru dalam menjaga dan mengelola kawasan konservasi nasional agar memberikan manfaat bagi ekologi serta kesejahteraan masyarakat sekitar.
Rahmat menilai kolaborasi bersama pemangku kepentingan pusat dan daerah, BUMN, LSM, serta kelompok masyarakat diperlukan, agar semua berjalan dengan aman dan lancar.
“Bantuan yang diberikan berupa kapal fiber lengkap dengan mesin, pelampung, kamera bawah air, dan senter,” ujar dia.
Bantuan tersebut menjadi penunjang penting bagi kelompok dalam menjalankan tugasnya, mengingat lokasi bertelurnya penyu berada di pulau-pulau terpencil yang minim akses dan gelap.
“Hasil pantauan menunjukkan bantuan tersebut masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Kelompok juga berpotensi menerima bantuan lain jika kembali mengajukan permohonan,” katanya.
Ia menegaskan setiap bantuan yang diberikan melewati proses seleksi panjang dan objektif. Meskipun kelompok Burhanuddin merupakan binaan LKKPN, bantuan diberikan karena telah memenuhi seluruh kriteria yang disyaratkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!