Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KOI Dorong Pencak Silat Dipertandingkan Dalam Olimpiade Remaja 2026

📅 Senin, 07 Jul 2025, 19:32 WIB | Oleh:
KOI Dorong Pencak Silat Dipertandingkan Dalam Olimpiade Remaja 2026 Doc: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Ket. Aksi pesilat Indonesia Irfan Maulana (kanan) dan Leonard Waroka (kiri) dalam final pencak silat seni ganda putra ASEAN University Games 2024 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dome, Jawa Timur, Kamis (4/7).

JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) mendorong pencak silat dipertandingkan dalam Olimpiade Ramaja (YOG) 2026 di Dakar, Senegal.

Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan sebagai olahraga asli Indonesia, pencak silat memiliki peluang besar tampil dalam YOG 2026, seiring dengan komunikasi yang terus dibangun bersama Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Persilat).

"Kami sudah mendapatkan respons positif dan dalam waktu dekat akan melanjutkan komunikasi dengan Persilat," kata Okto di Jakarta, Senin (7/7).

Okto menuturkan pencak silat saat ini memang belum menjadi cabang yang diakui resmi oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC), namun upaya diplomasi olahraga yang dilakukan sejak dini dapat mempercepat proses pengakuan tersebut.

"Kalau komunikasi ini bisa terus kami dorong, Insyaallah pada YOG 2026 di Senegal nanti pencak silat bisa masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan," ujarnya.

Menurut Okto, keikutsertaan pencak silat dalam YOG akan menjadi momentum penting untuk memperluas eksistensi olahraga tradisional itu di level dunia dan menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam memperkenalkan warisan budaya nasional.

Okto menambahkan, upaya ini juga sejalan dengan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Remaja 2030, yang saat ini masih dalam proses dialog berkelanjutan dengan IOC.

"YOG ini bisa menjadi batu loncatan agar kepercayaan terhadap Indonesia sebagai tuan rumah event internasional semakin kuat, termasuk untuk Olimpiade pada masa depan," kata Okto.

KOI tengah menunggu dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, selaku provinsi yang direncanakan menjadi lokasi penyelenggaraan YOG 2030.

"Per Agustus ini kami diminta menyampaikan laporan administrasi, termasuk dukungan dari pemerintah daerah. Kami sudah berkomunikasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan Insyaallah akan kami akselerasi agar semua persyaratan dapat terpenuhi," ujar Okto. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.