Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kisah Tangguh Ibu Rumah Tangga Bangun Usaha Kuliner dari Dapur dengan Bantuan AI

📅 Senin, 30 Mar 2026, 19:42 WIB | Oleh:
Kisah Tangguh Ibu Rumah Tangga Bangun Usaha Kuliner dari Dapur dengan Bantuan AI Doc: Grab Indonesia
Ket. Rohani Sembiring atau Mbak Any (kanan), pemilik Risoles Mbak Any di Jakarta, memulai usaha dari rumah kontrakan dan kini mengembangkan bisnisnya dengan dukungan platform digital GrabMerchant. Keduanya adalah pelaku UMKM perempuan yang sukses mengembangkan usaha kuliner dari rumah.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, semakin banyak perempuan yang mengambil peran lebih besar untuk membantu keluarga. Bagi sebagian dari mereka, membangun usaha sendiri menjadi salah satu cara untuk tetap hadir bagi keluarga dan menjalankan perannya sebagai ibu, sekaligus ikut menopang perekonomian rumah tangga.

 Perkembangan teknologi digital, termasuk teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kini membuka lebih banyak peluang bagi pelaku UMKM perempuan untuk memulai dan mengembangkan usaha, bahkan dari dapur rumah mereka sendiri.

Melalui berbagai platform digital seperti ekosistem Grab, pelaku usaha dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas, memahami kebutuhan pasar, serta mengelola bisnis secara lebih efisien. Kisah ketangguhan tersebut tercermin dalam perjalanan dua pelaku UMKM perempuan yang menjalankan usaha kuliner sembari tetap mengurus keluarga, yaitu Efa Fauziah, pemilik Mie Aceh 769 Pijay, dan Rohani Sembiring, pemilik Risoles Mbak Any.

Bagi keduanya, membangun usaha bukan sekadar soal penjualan. Di balik setiap pesanan yang datang, ada cerita tentang seorang ibu yang berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya, serta keberanian untuk terus belajar dan beradaptasi.

Dari Dapur Sederhana hingga Menjangkau Lebih Banyak Pelanggan dengan GrabMerchant AI Assistant

Bagi Efa Fauziah, 46, Mitra GrabMerchant, perjalanan usahanya dimulai dari situasi yang penuh tantangan. Sebelumnya, Efa dan keluarga sempat menghadapi dampak gempa Pidie Jaya di Aceh pada 2016, yang diikuti dengan kondisi ekonomi yang tidak kunjung membaik.

Pada 2019, ia dan suaminya memutuskan merantau dari Aceh ke Bogor, Jawa Barat, bersama lima anak mereka dengan harapan memulai kehidupan baru. Berbekal keahlian memasak Mie Aceh yang telah lama dimiliki keluarga, Efa dan suami kemudian mulai merintis usaha Mie Aceh pada akhir 2019, dengan membuka usaha tersebut di sebuah ruko kecil di Bogor.

“Awalnya kami menjalankan usaha ini hanya berdua saja. Suami memasak dan saya membantu di depan. Semua dikerjakan sendiri tanpa karyawan. Perjalanan usaha kami tidak selalu berjalan mulus. Pada 2020, saya dan keluarga memutuskan pindah ke Jakarta untuk mencari peluang baru. Saat itu, suami kembali memulai dari awal dengan bekerja sebagai juru masak di sebuah warung Aceh di kawasan Pasar Minggu, sebelum akhirnya aktivitas usaha tersebut harus terhenti akibat kebakaran,” cerita Efa.

Berbagai tantangan tersebut tidak menggoyahkan semangat Efa sebagai seorang ibu untuk terus meningkatkan ekonomi keluarga. Pada Desember 2020, ia kembali merintis usaha Mie Aceh dari nol secara sederhana bersama keluarga, hingga kemudian Mie Aceh 769 Pijay mulai mendapatkan pelanggan tetap dan semakin dikenal.

Sejak bergabung menjadi Mitra GrabFood pada 2020, Efa mulai merasakan bagaimana platform digital membantu memperluas jangkauan usahanya. Jika pada awalnya penjualan hanya sekitar 10 hingga 15 porsi per hari, kini jumlah pesanan terus meningkat lebih dari sepuluh kali lipat yang kini mencapai 150 porsi per hari.

Saat ini, sekitar 80 persen penjualan usaha Mie Aceh 769 Pijay berasal dari pesanan online yang sebagian besar datang dari pelanggan melalui platform digital. Kini usaha tersebut telah memiliki dua cabang dengan menu andalan seperti Mie Aceh Daging Full dan Mie Aceh Extreme yang menjadi produk best seller dari Mie Aceh 769 Pijay.

Bagi Efa, teknologi bukan hanya soal membuka kanal penjualan baru, tetapi juga membantu mengambil keputusan bisnis. Salah satu fitur yang menurutnya paling membantu adalah GrabMerchant AI Assistant, fitur berbasis kecerdasan buatan yang membantu merchant memahami performa bisnis mereka, mulai dari membaca tren penjualan, melihat menu yang paling diminati pelanggan, hingga mendapatkan rekomendasi strategi promosi.

“Dengan GrabMerchant AI Assistant rasanya seperti punya teman diskusi dalam menjalankan bisnis. Saya bisa bertanya menu mana yang sebaiknya dipromosikan atau kapan waktu terbaik untuk menjalankan promo,” ujarnya.

Selain memanfaatkan fitur digital di GrabMerchant, Efa juga aktif di Komunitas SERABI (Sekumpulan Perempuan Bisa) Grab. Lewat komunitas ini, ia tidak hanya belajar dari sesama merchant, tetapi juga berbagi pengalaman tentang pengelolaan usaha, fitur di aplikasi, hingga cara menangani pelanggan. Bagi Efa, komunitas tersebut menjadi ruang belajar yang memperkuat keyakinannya bahwa pelaku usaha perempuan bisa tumbuh bersama, saling membantu, dan terus beradaptasi di tengah perubahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.