Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Kudus Minta Peternak Waspada PMK karena Temuan 12 Kasus Baru

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 16:06 WIB | Oleh:
Pemkab Kudus Minta Peternak Waspada PMK karena Temuan 12 Kasus Baru Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Sejumlah hewan ternak sapi yang dijual di Pasar Hewan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

KUDUS -- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meminta para peternak sapi, kerbau, maupun kambing mewaspadai penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK), menyusul adanya temuan 12 kasus PMK selama periode Januari-Februari 2026.

"Dari 12 kasus PMK tersebut, semuanya menyerang hewan ternak sapi. Alhamdulillah tujuh ekor di antaranya berhasil sembuh setelah ada penanganan secara intensif, sedangkan sisanya terpaksa ditempuh potong paksa," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah di Kudus, Rabu.

Hasil penelusuran petugas di lapangan, kata dia, dari belasan kasus tersebut terdapat empat ternak yang terjangkit semuanya karena dalam satu kandang.

Awalnya, imbuh dia, yang terjangkit satu ekor merupakan ternak yang baru masuk kandang, kemudian menular ke ternak lainnya.

Ia mencatat hasil penelusuran di lapangan hampir semua temuan kasus berawal dari ternak dari luar kota yang baru diterima dari pemasok.

"Kebanyakan juga belum menjalani vaksin PMK, karena dari pengalaman sebelumnya ternak yang pernah divaksin lebih kebal terhadap serangan penyakit tersebut," ujarnya.

Peternak di Kabupaten Kudus, diakui sudah memiliki kesadaran dan pengetahuan terhadap penanganan dan pencegahan PMK, karena beberapa kasus PMK berhasil sembuh setelah diobati secara mandiri. Namun kesadaran mayoritas peternak menjaga kebersihan kandang masih rendah.

"Hal ini yang masih menjadi tantangan kami untuk menyadarkan mereka agar lebih baik dalam menjaga kebersihan kandang, karena menjadi salah satu kunci mencegah penyebaran virus PMK terhadap ternak lainnya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan ketika ada ternak yang gejalanya mirip PMK, sebaiknya diisolasi ke kandang tersendiri untuk menghindari penularan terhadap ternak lainnya.

Dinas Pertanian juga kembali menggencarkan penyuntikan vaksin PMK ke sejumlah peternak yang belum vaksin. Termasuk peternak yang baru didatangkan dari luar daerah guna antisipasi penyebaran virus PMK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.