Kiat Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Persuasif
📅 Senin, 16 Okt 2023, 06:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Istimewa
Pertanyaan:
Bu Rossa, mulai bulan lalu saya ditempatkan di tim sales dengan target khusus. Saya sangat antusias dan bersemangat untuk mencapai target, namun saya sadari pengalaman saya sangat minim. Leader saya menyampaikan tentang pentingnya memiliki kemampuan komunikasi persuasif. Mohon tips-tipsnya Bu Rossa.
Jawaban:
Komunikasi persuasif berarti menyampaikan pesan yang sifatnya membujuk orang lain atau audiens sasaran. Tujuannya, agar orang tersebut berubah atau terpengaruh mengikuti keinginan komunikator secara kepercayaan maupun sikapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melakukan komunikasi persuasif bisa dikatakan gampang-gampang susah, karena kita harus membuat orang lain yakin dengan apa yang kita katakan agar mereka bisa dengan senang hati mengikutinya. Namun tak jarang penolakan pun terjadi, termasuk resistensi dari mereka yang sedang kita coba persuasikan.
Berikut kiat-kiat untuk meningkatkan keterampilan komunikasi persuasif.
1. Kenali diri sendiri
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal pertama yang perlu diperhatikan juga dalam melakukan komunikasi persuasif adalah mengenali diri sendiri dan menyadari bagaimana level kemampuan yang dimiliki. Secara garis besar, ada tiga kategori dalam konteks kemampuan, yaitu profesional, kepemimpinan, dan eksekutif. Perbedaan ketiganya terletak pada apa yang dikomunikasikan kepada audiens.
Pertama, secara profesional berarti kamu mampu melakukan komunikasi persuasif yang membuat audiens mau mendengarkan pesan yang Anda coba sampaikan. Kedua, komunikasi persuasif dalam level kepemimpinan berarti Anda mampu mengajak audiens untuk peduli tentang pesan yang disampaikan. Ketiga, level eksekutif berarti komunikasi persuasif yang Anda lakukan mampu membuat audiens bertindak, atau melakukan sesuatu. Karena itu, penting untuk mengenali diri kalian dan cara berkomunikasi. Jangan sungkan juga untuk terus bertanya dan meminta masukan dari orang lain.
2. Jujur
Terlepas dari apapun yang kamu tawarkan, coba selalu jujur dengan apa yang kamu katakan pada saat melakukan komunikasi persuasif. Banyak yang menganggap sales dengan stereotip negatif. Entah itu barang nyatanya tidak sesuai dengan yang ditawarkan, benefit tidak sebanyak yang ditawarkan, dan lain sebagainya. Sebisa mungkin, jelaskan apa yang kamu tawarkan dengan baik serta apa-apa saja keunggulan sebenarnya.
Persuasi tidak sama dengan menipu, sampai orang tersebut membuat pilihan yang sebenarnya tidak ia sukai. Coba hindarkan pikiran kita dari stereotip negatif tersebut.
Mengutip dari IFP, membangun kepercayaan dalam komunikasi adalah hal krusial. Salah satu caranya dengan membangun kredibilitas. Jadi, tunjukkan kredibilitas Anda agar komunikasi berjalan efektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!