Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keuangan Aman Jelang Lebaran, Berikut Tips Dari Dosen UGM

📅 Sabtu, 15 Mar 2025, 23:13 WIB | Oleh:
Keuangan Aman Jelang Lebaran, Berikut Tips Dari Dosen UGM Doc: tangkapan layar Youtube UGM
Ket. Dosen Departemen Ilmu Ekonomi-Fakultas Ekonmoika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Akhmad Akbar Susamto,

JAKARTA - Menjalani ibadah Ramadan yang berujung pada perayaan Idul Fitri menjadi momen istimewa yang dinanti oleh umat Islam. Momen istimewa inipun diiringi dengan meningkatnya berbagai kebutuhan belanja dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Karenanya setiap orang atau mahasiswa diharapkan mampu melakukan penyesuaian anggaran belanja dengan mengedepankan sikap kehati-hatian. Tingginya kebutuhan di bulan puasa dan lebaran mendorong banyak orang atau mahasiswa melakukan belanja di luar kendali.

Pengeluaran belanja yang meningkat dibanding bulan-bulan sebelumnya memerlukan sikap kehati-hatian. Tanpa adanya perencanaan dan kematangan maka soal belanja kebutuhan ini menjadi sangat impulsif.

Dosen Departemen Ilmu Ekonomi-Fakultas Ekonmoika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Akhmad Akbar Susamto, menjelaskan fenomena tersebut adalah hal yang wajar dari sisi agama dan sisi budaya. Hanya saja, diperlukan perencanaan yang baik agar keuangan tetap sehat sebelum dan setelah lebaran.

“Perlu dipikirkan secara sungguh-sungguh barang apa saja yang akan kita belanjakan dan sumber pendapatannya dari mana saja,” ujar Akbar, dalam laman resmi UGM yang diakses Sabtu (15/3).

Dia menjelaskan, dalam mengelola keuangan penting untuk memiliki perencanaan belanja dan mengatur skala prioritas. Sebelum merancang pengeluaran perlu melakukan skala kebutuhan yang sungguh diperlukan.

"Jika perlu membuat list kebutuhan yang urgent dan yang less urgent. Berapa kebutuhan, diurutkan dari yang paling wajib dibeli hingga yang bisa ditunda”, terangnya.

Akbar menjelaskan, kehadiran fitur pembayaran digital serta pay later menjadi salah satu faktor meningkatnya tindakan berbelanja. Kemudahan pembayaran tersebut pada akhirnya berujung pada perilaku impulsive buying. 

Padahal, kata dia, dalam perencanaan keuangan menjelang lebaran ini juga mencakup pengeluaran yang dianjurkan oleh agama, yaitu bersedekah. Meski sedekah tidak bersifat wajib, bagi umat Islam diharapkan bisa mengalokasikan pengeluaran yang tidak krusial untuk sedekah.

"Karenanya jangan belanja ketika sedang lapar baik lapar fisik maupun lapar pikiran. Mencari promo itu tidak apa-apa, tetapi jika tidak butuh mengapa harus membeli?,” ujarnya.

Akbar menilai, merayakan lebaran identik dengan penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR). Tidak menutup kemungkinan dengan adanya THR ini bisa memunculkan tindakan penggunaan atau berbelanja untuk hal-hal yang relatif tidak krusial.

“Jangan sampai kita menggunakan tabungan untuk membeli hal-hal yang tidak mendesak karena sifat THR itu sebagai tunjangan untuk merayakan hari raya. Jadi, perlu berhati-hati untuk menghitung perencanaan keuangan,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.