Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin Ungkap Bahas Rencana Insentif Mobil Listrik dan 'Hybrid'

📅 Kamis, 05 Feb 2026, 17:09 WIB | Oleh:
Kemenperin Ungkap Bahas Rencana Insentif Mobil Listrik dan 'Hybrid' Doc: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Ket. Pengendara mobil listrik mengisi ulang baterai kendaraannya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) usai peresmian di Kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang, Jawa Timur, Kamis (22/1).

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap kelanjutan kebijakan insentif mobil listrik dan hybrid yang diharapkan dapat menopang kinerja industri otomotif nasional pada 2026 masih dalam tahap pembahasan.

Ditemui usai pembukaan pameran otomotif di Jakarta, Kamis, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta mengungkap usulan insentif tersebut masih berada dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan belum ada keputusan final yang bisa diumumkan.

"Sudah bersurat kepada Kementerian Keuangan dalam rangka supaya bisa membantu industri otomotif ini penjualannya juga membaik, (insentif) masih dalam pembahasan," kata dia.

Sama seperti mobil listrik, insentif untuk kendaraan hybrid, juga masih dalam pembahasan.

Sementara untuk segmen Low Cost Green Car (LCGC), pemerintah masih menjalankan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) sebelumnya dengan insentif berupa tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 3 persen. Kebijakan LCEV tersebut disebut akan tetap berlaku dalam jangka panjang hingga 2031.

"Soal insentif ditunggu saja. Mudah-mudahan segera ada jawabannya," kata Setia.

Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap target penjualan mobil nasional yang ditetapkan sebesar 850 ribu unit untuk tahun ini.

Kementerian Perindustrian sebelumnya dikabarkan mengusulkan pemberian insentif fiskal bagi industri otomotif pada tahun 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan skema insentif otomotif yang diusulkan mencakup aspek segmen kendaraan, jenis teknologi, bobot tingkat komponen dalam negeri (TKDN), dan jenis baterai yang digunakan.

Dia juga mengemukakan kemungkinan kendaraan listrik dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) mendapat insentif yang lebih kecil dibandingkan dengan mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan dasar nikel.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menetapkan angka penjualan mobil sebesar 850.000 unit pada 2026, setelah melihat perkembangan pasar otomotif tanah air belakangan ini yang cukup menantang.

Data asosiasi tersebut untuk 2025 menunjukkan penjualan mobil dari pabrik kepada diler mencapai 803.687 unit atau turun 7,2 persen dari 865.723 unit pada 2024.

Penjualan mobil dari diler kepada konsumen pada 2025 tercatat sebesar 833.692 unit, turun 6,3 persen dari 889.680 unit pada 2024. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Menlu Marco Rubio Tegaskan ...
Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.