Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelola KEK Maloy Lebih Serius, Kaltim Bidik Investasi Skala Besar

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelola KEK Maloy Lebih Serius, Kaltim Bidik Investasi Skala Besar Doc: ANTARA/Ahmad Rifandi.
Ket. Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

SAMARINDA – Menarik minat investasi berskala besar itu ibarat “mengundang tamu penting”—nggak cukup cuma bilang datang, tapi juga harus menyiapkan suasana yang bikin mereka yakin dan nyaman.

Salah satu kunci utamanya ada di kepastian. Investor besar biasanya mencari tempat yang punya regulasi jelas, proses perizinan yang nggak berbelit, dan arah kebijakan yang konsisten. Makanya, banyak daerah mulai berbenah dari sisi birokrasi, termasuk mempercepat layanan lewat sistem digital supaya semuanya terasa lebih praktis dan transparan.

Selain itu, infrastruktur juga jadi faktor penentu. Akses jalan, pelabuhan, listrik, hingga jaringan logistik harus siap. Tanpa itu, investasi sebesar apa pun bakal sulit berkembang. Nggak heran kalau pembangunan infrastruktur sering jadi “jualan utama” saat menawarkan peluang ke investor.

Menariknya, strategi sekarang juga makin kreatif. Nggak cuma presentasi formal, tapi juga dikemas lewat forum bisnis, pameran internasional, hingga promosi berbasis potensi lokal—mulai dari sumber daya alam, kawasan industri, sampai pasar yang menjanjikan. Intinya, investor diajak melihat langsung peluang yang ada, bukan sekadar angka di atas kertas.

Di sisi lain, faktor kepercayaan juga nggak kalah penting. Stabilitas ekonomi, keamanan, hingga dukungan pemerintah daerah jadi pertimbangan besar. Investor ingin tahu bahwa investasi mereka nggak cuma aman hari ini, tapi juga punya prospek jangka panjang.

Pada akhirnya, menarik investasi besar itu soal kombinasi: kesiapan, kejelasan, dan kemampuan membangun kepercayaan. Kalau semua itu bisa dijaga, bukan nggak mungkin investasi datang—dan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah jadi lebih kencang.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat struktur pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan sebagai langkah strategis untuk menarik minat investasi berskala besar.

"Strategi utama kita adalah memperkuat badan pengelola KEK Maloy melalui kolaborasi agar investor mudah berkoordinasi terkait lahan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni di Samarinda, Kaltim, Sabtu (4/4).

Sebagai langkah pembuka, pemerintah daerah juga sedang mematangkan pembuatan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk mempermudah eksekusi investasi kawasan ekonomi khusus.

Sri menegaskan bahwa penguatan posisi badan pengelola kawasan industri tersebut menjadi prasyarat demi perburuan modal asing maupun dalam negeri.

Lanjut dia, prioritas manajemen mutlak dilakukan karena selama ini setiap calon investor selalu menuntut proses koordinasi yang cepat dan transparan mengenai kejelasan pengelolaan.

"Pada perencanaan tahap awal, sebenarnya sudah ada upaya kuat untuk menjadikan KEK Maloy sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang beroperasi secara mandiri," kata Sri.

Akan tetapi, transformasi kelembagaan menuju BUMD tersebut terpaksa tertunda sementara waktu karena proses perhitungan seluruh nilai aset kawasan membutuhkan ketelitian tinggi dan belum sepenuhnya rampung.

Sri meneruskan bahwa ada arahan taktis dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, demi mengakselerasi kesiapan operasional tanpa harus menunggu penyelesaian kalkulasi aset hingga tuntas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.