Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dosen FEB UI Raih Penghargaan Asia Marketing Journal Best Paper Award

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 06:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dosen FEB UI Raih Penghargaan Asia Marketing Journal Best Paper Award Doc: ANTARA
Ket. Dosen FEB UI raih penghargaan Asia Marketing Journal Best Paper Award di Korea.

DEPOK – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Triza Mudita, memperoleh prestasi Asia Marketing Journal (AMJ) Best Paper Award dalam kegiatan “Doctoral Consortium and KMA Award Ceremony” yang diselenggarakan oleh Korean Marketing Association (KMA) di Ewha Womans University, Korea Selatan.

Dalam penelitiannya yang bertajuk Effects of the Preannouncement of Donation Expenditure on
the Evaluation of Charitable Organizations and Overhead Aversion yang dipublikasikan di Asia
Marketing Journal
(AMJ) Volume 26 Issue 4, Triza berfokus pada pengaruh transparansi awal terkait alokasi dana donasi terhadap evaluasi publik pada organisasi amal, khususnya dalam konteks fenomena overhead aversion.

“Yang cukup mengejutkan bagi saya adalah temuan bahwa cara komunikasi yang sangat sederhana, seperti bagaimana pengeluaran donasi diumumkan di awal dapat secara signifikan mempengaruhi evaluasi terhadap organisasi dan mendorong niat berdonasi yang lebih besar," kata Triza Maudita di Kampus UI, Kota Depok, Rabu (25/2).

Artinya, bukan hanya ajakan konvensional yang mampu menggerakkan niat donasi, tetapi juga
transparansi informasi yang sederhana dapat membentuk persepsi, kepercayaan, dan keputusan
seseorang untuk melakukan donasi.

Hasil riset menunjukkan bahwa keterbukaan informasi sejak awal mampu meningkatkan persepsi  dampak program sekaligus mendorong niat melakukan donasi. Temuan ini memberikan implikasi praktis  bagi organisasi nirlaba dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif dan membangun kepercayaan publik.

Selanjutnya, Triza mengungkapkan peluang kolaborasi dari kegiatan tersebut masih terbuka bagi mahasiswa asing atau alumni yang pernah menempuh studi di Korea.

Namun, pengalaman ini juga menunjukkan bahwa peneliti asing yang berkolaborasi dengan institusi di Korea tetap mendapatkan apresiasi yang setara. Hal ini juga dapat dibuktikan dari pengalaman menarik yang  Triza rasakan selama acara tersebut.

“Saya merasa sangat dihargai dan bangga karena pada kesempatan tersebut saya menjadi satu-satunya alumnus internasional dari Korea University yang menerima penghargaan dari KMA," ujarnya.

Momentum tersebut terasa spesial karena menunjukkan bahwa kontribusi akademik lintas negara dapat diapresiasi secara setara dalam komunitas ilmiah di Korea.

Triza juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menghasilkan penelitian, yakni dengan berfokus pada topik yang benar-benar dikuasai serta menargetkan jurnal bereputasi sejak awal proses penulisan.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap masukan dari rekan sejawat maupun reviewer, mengingat proses revisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan Prof. Dr. Kwanho Suk dari Korea University.Triza mengungkapkan rasa bangga karena menjadi satu-satunya alumni internasional dari Korea University yang menerima penghargaan dari KMA pada kesempatan tersebut.

Hal ini membuktikan bahwa kontribusi akademik lintas negara mendapatkan apresiasi yang setara di
komunitas ilmiah internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.