Juventus dalam Krisis Jelang Hadapi Udinese: Misi Hentikan Tren Tanpa Kemenangan
📅 Rabu, 29 Okt 2025, 07:20 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
TURIN, ITALIA — Juventus tengah terjebak dalam krisis serius saat bersiap menjamu Udinese dalamlaga Serie A,Kamis (30/10) dini hari WIB. Delapan pertandingan tanpa kemenangan dan tiga kekalahan beruntun membuat situasi di Allianz Stadium semakin panas hingga berujung pada pemecatan pelatih Igor Tudor.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim berjuluk Bianconeri yang kini berada dalam posisi nyaris sejajar di klasemen. Jika mampu mencuri tiga poin di Turin, Udinese berpeluang menyalip Juventus di papan tengah Serie A,sesuatu yang hampir tak terbayangkan beberapa bulan lalu.
Juventus kembali tampil lesu saat kalah 0-1 dari Lazio di Stadio Olimpico akhir pekan lalu. Itu menjadi kekalahan ketiga secara beruntun di semua ajang dan memperpanjang paceklik kemenangan sejak pertengahan September, ketika mereka secara dramatis menundukkan Inter Milan 4-3 dalam Derby d’Italia. Sejak gol Francisco Conceição ke gawang Villarreal, Juve bahkan belum mencetak gol dalam hampir 400 menit permainan.
Hasil buruk itu membuat posisi Tudor kian terpojok. Setelah hanya meraih dua poin dari tiga laga awal Liga Champions dan gagal menang di liga domestik, manajemen akhirnya menjatuhkan keputusan tegas,memecat pelatih asal Kroasia tersebut sebelum sempat menghadapi mantan klubnya, Udinese, yang dulu ia selamatkan dari degradasi.
Kini tongkat komando sementara dipegang Massimo Brambilla, yang diharapkan bisa memulihkan kepercayaan diri tim. Setidaknya, sejarah berpihak kepada Juve: mereka memenangkan 13 dari 16 pertemuan terakhir di Serie A melawan Udinese, termasuk kemenangan 2-0 pada Mei lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, statistik terbaru memperlihatkan kemerosotan tajam. Udinese hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertemuan terakhir dengan Juventus, dan musim ini tampil jauh lebih stabil. Tim asuhanKosta Runjaic telah mengoleksi 12 poin dari delapan laga pertama dan duduk tepat di bawah Juventus hanya karena selisih gol.
Dalam laga terakhir, Udinese menundukkan Lecce dengan skor 3-2. Kapten Jesper Karlström mencetak gol perdananya di Serie A, sementara Arthur Atta kembali menunjukkan talenta dengan dua assist,termasuk umpan matang untuk sundulan Keinan Davis, yang kini menjadi top skor klub dengan tiga gol.
Kemenangan atas Lecce memperpanjang tren positif Udinese menjadi empat kemenangan beruntun, sekaligus mengokohkan posisi mereka di paruh atas klasemen. Catatan tandang mereka juga mengesankan: hanya AS Roma yang meraih lebih banyak poin di laga luar kandang sejauh ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di kubu Juventus, Brambilla harus memutar otak di lini depan. Dusan Vlahovic, Jonathan David, dan Lois Openda bersaing memperebutkan tempat sebagai starter setelah duet David–Vlahovic gagal mencetak gol melawan Lazio. Sementara itu, Michele Di Gregorio, Kenan Yildiz, dan Khephren Thuram yang sebelumnya dicadangkan kemungkinan besar kembali ke susunan utama.
Meski tanpa bek Bremer dan wing-back Juan Cabal yang masih cedera, Brambilla bisa menurunkan kekuatan penuh di posisi lain.
Dari kubu tamu, Udinese hanya kehilangan bek tengah Denmark, Thomas Kristensen, yang absen karena cedera paha. Keinan Davis akan kembali memimpin lini serang bersama Nicolo Zaniolo, sementara kiper Maduka Okoye,yang sempat dikritik atas sejumlah kesalahan melawan Lecce,tetap dipercaya pelatih Runjaic sebagai starter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!