Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Moderasi Beragama Wujud Nyata Idul Fitri Muslim Bali, Hidup Berdampingan secara Baik

📅 Sabtu, 21 Mar 2026, 09:19 WIB | Oleh:
Moderasi Beragama Wujud Nyata Idul Fitri Muslim Bali, Hidup Berdampingan secara Baik Doc: ist
Ket. hidup berdampingan dengan baik

DENPASAR – Indonesia adalah masyarakat yang majemuk. Dalam situasi itulah umat beragama hidup. “Untuk itu, moderasi beragama sangat mendasar. Jadi, kita tidak hanya hablun minallah, menyembah Allah saja,” kata Khatib Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Lumintang, Kota Denpasar, Masrur.

Ia juga mengajak seluruh umat Muslim hidup berdampingan dengan orang lain secara baik atau yang disebut hablun minannas. Apalagi, kata dia, warga yang tinggal di Bali sebagai memiliki semangat menjaga moderasi dan toleransi beragama karena daerah itu dengan masyarakat yang majemuk sebagai ikon moderasi beragama

“Bali ini kan sebagai ikon sebenarnya moderasi beragama, yang selama ini sudah berjalan berabad-abad, jadi kita pertahankan jangan sampai ada kelompok-kelompok tertentu yang kemudian menimbulkan konflik karena dengan alasan agama, karena agama sudah jelas ajarannya, yaitu hablun minallah, hablun minannas,” ujarnya.

Ia mencontohkan tentang moderasi beragama pada Shalat Idul Fitri di Lapangan Lumintang, di mana umat Muslim tidak sibuk sendiri karena hadir pecalang atau satuan pengamanan desa adat di Bali yang bahu-membahu bersama kepolisian mengamankan lalu lintas.

Setiap tahun, katanya, jumlah umat yang mengikuti Shalat Id terus meningkat, bahkan tahun ini 5.000 orang diperkirakan hadir memadati lapangan tersebut untuk Shalat Idul Fitri.

“Semua panitia sudah koordinasi dengan baik dan alhamdulillah ternyata hari ini tanggal ini (Idul Fitri) jadi persiapan panitia tidak mepet Nyepi, sudah dilaksanakan dengan maksimal dan kami juga dibantu oleh pecalang-pecalang, itu yang kami bangga dengan semuanya,” kata Masrur.

Panitia melihat masyarakat melaksanakan Shalat Id di lapangan tersebut tahun ini terjadi peningkatan. Diperkirakan kemeriahan ini terjadi lantaran umat menemukan kedamaian kehidupan di Bali, terlebih tahun ini Idul Fitri berhimpitan waktunya dengan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan umat Hindu.

Mereka yang Shalat Id di tempat itu, biasanya karena tidak mudik atau sudah menetap di Bali. Lapangan Lumintang tak jauh dari wilayah Kampung Muslim yang sejak lama berkembang di Bali.

Setelah Shalat Idul Fitri, umat Muslim melanjutkan silaturahim dengan keluarga atau orang yang lebih tua di daerah itu. Salah satu umat, Valentina Septa (22), mengaku senang karena pertama kali melakukan Shalat Id di lapangan tersebut bersama ribuan orang.

Perempuan berasal dari Belanda tersebut, mengaku di negaranya tak ada kegiatan seperti itu. Selama ini, Ramadhan dilakukan secara sendiri-sendiri dan Shalat Idul Fitri berlangsung di rumah.

“Saya dari Belanda tapi dulu lahir di Indonesia, setengah tahun terakhir balik ke Bali, di sini Ramadhan dan shalat panas tapi tetap terkoneksi dengan Tuhan karena suasananya lebih bagus di sini banyak Muslim, sedangkan di Belanda semua sendiri-sendiri,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.