Jakarta Sepi Saat Mudik? Ini 5 Langkah Strategis Versi Fahira Idris
📅 Kamis, 19 Mar 2026, 20:36 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta selama periode mudik dan libur Idulfitri 1447 H. Menurutnya, kondisi Jakarta yang relatif lebih lengang saat ditinggal mudik justru membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama yang lebih erat.
“Momentum mudik membuat banyak rumah kosong dan aktivitas warga menurun. Karena itu, kolaborasi antara warga, aparat, dan pemerintah provinsi di semua tingkatan menjadi kunci utama agar Jakarta tetap aman dan kondusif,” ujar Fahira Idris yang juga Ketua Umum Bang Japar ini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3).
Fahira Idris mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menginstruksikan pengaktifan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) hingga tingkat RT/RW sebagai garda terdepan pencegahan gangguan keamanan. Ia menilai, pendekatan berbasis partisipasi warga ini sangat relevan dalam menjaga stabilitas lingkungan di tengah meningkatnya potensi risiko saat musim mudik.
Menurutnya, pengalaman menunjukkan bahwa ketika sebagian besar warga mudik, peran warga yang tetap tinggal menjadi sangat strategis sebagai tulang punggung keamanan lingkungan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif masyarakat melalui ronda, pendataan warga, hingga pengawasan akses keluar-masuk lingkungan perlu terus diperkuat.
Senator Jakarta ini juga menekankan bahwa Siskamling bukan sekadar aktivitas ronda, tetapi merupakan sistem deteksi dini yang efektif dalam mencegah berbagai potensi gangguan seperti pencurian, tawuran, hingga kebakaran. Selain itu, Siskamling juga berperan penting dalam memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan warga di tengah kehidupan perkotaan yang semakin individualistik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu, dirinya menyampaikan beberapa langkah strategis yang perlu diperkuat bersama.
Pertama, memastikan seluruh lingkungan RT/RW mengaktifkan Siskamling secara konsisten dengan jadwal yang terorganisir.
Kedua, memperkuat koordinasi antara warga dengan aparat keamanan seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar respons terhadap potensi gangguan bisa lebih cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketiga, menerapkan sistem pengamanan lingkungan seperti one gate system atau portal akses terbatas guna meminimalkan risiko kejahatan.
Keempat, mendorong warga yang mudik untuk melaporkan keberangkatan kepada pengurus lingkungan agar rumah yang ditinggalkan dapat dipantau bersama.
Kelima, memastikan kesiapan lingkungan dari aspek keamanan dasar seperti penerangan, kebersihan, hingga pengelolaan potensi risiko kebakaran.
Selain itu, Fahira Idris juga mengimbau warga untuk memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan yang telah disediakan serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
“Menjaga Jakarta saat mudik adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat rasa kebersamaan dan kepedulian antarwarga,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!