Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IPB Bicara Blak-Blakan: Agronomi Lahan Cetak Sawah adalah Kunci Lompatan Produksi Pangan

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IPB Bicara Blak-Blakan: Agronomi Lahan Cetak Sawah adalah Kunci Lompatan Produksi Pangan Doc: ANTARA/ Harianto
Ket. Ilustrasi - Seorang petani menanam padi menggunakan alat mesin pertanian di Desa Ujung Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

JAKARTA – Agronomi pendayagunaan lahan cetak sawah dinilai menjadi strategi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong tercapainya swasembada melalui pemanfaatan lahan secara optimal dan berkelanjutan.

Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah IPB University Prof. Baba Barus mengatakan optimalisasi lahan cetak sawah memerlukan pendekatan agronomi yang holistik meliputi pemilihan varietas adaptif, pengelolaan tanah dan air, serta sistem budidaya yang sesuai dengan karakteristik agroekosistem setempat.

"Dengan pendekatan ilmiah berbasis data lapangan, ilmu agronomi mampu mengidentifikasi faktor pembatas dan memberikan solusi tepat guna dalam meningkatkan produktivitas lahan baru," kata Baba dalam keterangan di Jakarta, Rabu (26/11).

Dia menyampaikan agronomi sebagai ilmu yang mempelajari interaksi antara tanah, tanaman, air dan iklim, berperan penting dalam mentransformasi lahan cetak sawah baru menjadi lahan produktif secara berkelanjutan.

“Dari hasil kajian di lapangan, terdapat cetak sawah yang berhasil, yang kurang berhasil, dan tidak berhasil,” ujarnya.

Namun demikian, dia menuturkan cetak sawah yang berhasil harus direplikasi di daerah lain, sementara yang kurang berhasil dan belum berhasil dievaluasi serta ditingkatkan produktivitasnya dengan teknologi yang tersedia.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Agronomi Indonesia Andi Muhammad Syakir menilai sebagian besar lahan cetak sawah di Indonesia berada pada kawasan lahan suboptimal, seperti lahan pasang surut, lahan rawa lebak, maupun lahan kering marginal.

Menurut dia, setiap lahan memiliki kendala spesifik seperti keasaman tanah tinggi, keterbatasan drainase, atau retensi hara dan air yang rendah.

Oleh karena itu, penerapan teknologi agronomi yang adaptif seperti ameliorasi tanah, pemupukan berimbang, varietas toleran, serta pengelolaan air mikro, menjadi kunci keberhasilan pemanfaatan lahan tersebut.

"Tanpa intervensi agronomi yang tepat, lahan cetak sawah berpotensi kembali terbengkalai,” ucap Syakir.

Di samping kegigihan mencetak sawah, lanjut Syakir, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terbukti berhasil menorehkan jejak besar yang dinilai telah mengubah peta pangan Indonesia di antaranya memberantas praktik mafia pangan.

“Langkah berani Mentan melakukan koreksi di sektor pertanian telah memukul mundur berbagai praktik gelap yang selama puluhan tahun merugikan petani dan merusak sistem pangan nasional,” kata Syakir.

Ketua Kehormatan Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) dan Rektor Universitas Nusa Bangsa, Bogor Prof. Budi Mulyanto menekankan lahan sawah merupakan basis produksi pertanian dan penentu utama keberhasilan swasembada pangan terutama beras.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.