Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyak Penyelundupan Komoditas Pertanian Ilegal, Mentan: Segera Akan Kita Tindaklanjuti

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 17:02 WIB | Oleh:
Banyak Penyelundupan Komoditas Pertanian Ilegal, Mentan: Segera Akan Kita Tindaklanjuti Doc: antara foto
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat mengecek ribuan karung bawang bombay ilegal yang diamankan aparat di sebuah gudang di Kota Semarang, Sabtu (10/1).

SEMARANG - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku telah mendapatkan banyak laporan terkait komoditas ilegal atau dugaan penyelundupan berbagai komoditas pangan.

"Banyak sekali (laporan masuk). Setebal gini (menunjukkan isyarat jari), aku belum baca semua," katanya, saat mengecek ribuan karung bawang bombay ilegal yang diamankan aparat di sebuah gudang di Kota Semarang, Sabtu (10/1).

Menurut dia, banyaknya laporan tersebut disampaikan masyarakat melalui layanan WhatsApp "Lapor Pak Amran", dan sebagian besar laporan merupakan dugaan penyelundupan komoditas pertanian.

Menurut Amran, laporan yang diterimanya tidak hanya soal penyelundupan bawang bombay yang baru saja diungkap, tetapi juga dari berbagai komoditas pertanian.

Ia menyebutkan mulai dari komoditas beras, gula, pupuk, hingga minyak goreng termasuk yang sering dilaporkan bermasalah.

"Penyelundupan ada, ada yang jual mesin (ilegal), jual pupuk, pupuk ilegal, macam-macam. Tapi kita tindaklanjuti. Untuk sementara ini yang banyak beras, macam-macam, bahkan minyak goreng," katanya.

Karena itu, ia mengaku heran dengan adanya laporan penyelundupan minyak goreng, mengingat Indonesia saat ini merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

"Kita ini produsen terbesar dunia, yang beras sudah swasembawa, melimpah, masa ada selundupan masuk," katanya.

Yang jelas, kata dia, pihaknya akan menindaklanjuti setiap yang masuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti kepolisian, TNI, dan Badan Karantina.

"Ada juga nanti. (Laporan) Beras masuk, gula masuk. Ini kita bongkar semua. Tunggu aja 1-2 minggu ke depan. Aku bongkar semua," tegasnya.

Sebelumnya, Mentan mendapatkan laporan adanya dugaan penyelundupan bawang bombay yang akan masuk ke Semarang pada Jumat (2/1) melalui jalur laut.

Kemudian, Mentan berkordinasi dengan Polisi Militer (PM), Dandim, Kapolrestabes Semarang, hingga jajaran karantina untuk mencegah pengiriman ilegal tersebut masuk ke pasaran.

Akhirnya, petugas gabungan berhasil mengamankan 6.172 karung bawang bombay tanpa dokumen resmi dengan total berat sekitar 133,5 ton, serta enam unit truk yang digunakan untuk mengangkut.

Pengemudi enam truk pengangkut bawang bombay ilegal itu turut dimintai keterangan, namun sementara ini statusnya sebatas saksi karena mengaku hanya diminta untuk mengangkut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.