Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anutin Charnvirakul Diprediksi Bakal Kembali Pimpin Thailand

📅 Senin, 09 Feb 2026, 15:08 WIB | Oleh:
Anutin Charnvirakul Diprediksi Bakal Kembali Pimpin Thailand Doc: AFP/HANDOUT

ISTANBUL - Partai Bhumjaithai pimpinan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul diproyeksikan unggul dalam pemilihan umum legislatif Thailand pada Minggu (8/2), meski jumlah kursi yang berhasil dicapai masih kurang untuk membentuk pemerintahan sendiri.

Menurut hasil tak resmi yang dikutip Thai Inquirer, dengan 85 persen suara telah dihitung, Partai Bhumjaithai diperkirakan akan menjadi partai terbesar di DPR Thailand dengan raihan 177 dari 500 kursi legislatif.

Sementara, partai oposisi Pheu Thai yang sempat dipimpin Paetongtarn Shinawatra, PM sebelumnya, diperkirakan hanya mendapat 82 kursi.

Dengan hasil tersebut, Partai Bhumjaithai kemungkinan akan membentuk koalisi dengan Partai Kla Tham yang diprediksi menguasai 62 kursi.

Sementara itu, pemilu kali ini juga merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan berbarengan dengan sebuah referendum konstitusi.

Mengenai hasil referendum, diperkirakan 59,4 persen pemilih mendukung disusunnya UUD baru menggantikan UUD yang disahkan oleh junta militer pada 2017.

Lebih dari 50 juta warga masyarakat yang memiliki hak pilih menentukan 500 anggota DPR Thailand dari sejumlah 5.000 calon yang tersedia pada pemilu Minggu. Tempat pemungutan suara dibuka pukul 08.00 dan ditutup pukul 17.00 waktu setempat.

Pemilu tersebut dilaksanakan menyusul pembubaran DPR Thailand pada 12 Desember, setahun lebih awal dari berakhirnya masa jabat anggota DPR selama empat tahun.

PM Anutin memilih di Provinsi Buri Ram, yang menjadi basis utama Partai Bhumjaithai.

Dalam sistem pemilu Thailand, 400 dari 500 kursi DPR diisi oleh perwakilan daerah pemilihan, sementara 100 kursi sisanya dialokasikan secara proporsional kepada partai-partai politik berdasarkan hasil pemilu secara nasional.

Komisi pemilihan umum Thailand memperkirakan kehadiran pemilih sebesar 75 persen, dengan sebagian besar pemilih melaksanakan haknya pada pagi hari.

Namun, Ketua komisi pemilihan umum Thailand Narong Klanwarin mengatakan bahwa kehadiran pemilih dapat mencapai 80 hingga 90 persen.

Otoritas pemilu Thailand harus memverifikasi penghitungan suara dan mengumumkan hasil resmi pemilu dalam 60 hari, atau pada 9 April.

Sementara, untuk membentuk pemerintahan, calon perdana menteri harus mendapat dukungan lebih dari setengah total anggota legislatif di DPR, yang berarti minimal 251 kursi. Ant/Anadolu

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.