Ini Cara Terbaik Pemberian Obat Asma Menurut Pakar
📅 Selasa, 06 Mei 2025, 17:45 WIB | Oleh: Alfred
Doc: Ilustrasi - Pasien asma menghirup inhaler.
JAKARTA - Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengingatkan cara pemberian obat asma terbaik, yakni dengan cara dihirup oleh pasien menggunakan alat bernama "inhaler".
"Cara pemberian obat asma terbaik adalah dengan memasukkannya ke dalam paru, dengan cara dihirup oleh pasiennya. Maka, digunakan alat yang namanya inhaler. Jadi, format terbaik penanganan asma adalah dengan inhaler, bukan tablet, kapsul atau sirup," kata dia melalui pesan teksnya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Tjandra mengatakan, penanganan asma pada dasarnya yakni dengan memberi dua jenis obat, yaitu pencegah (controler) dan pelega (reliever). Obat pengontrol berfungsi untuk mengatasi peradangan/inflamasi yang menyebabkan terjadinya asma.
Apabila serangan asma sudah terjadi karena tidak tercegah dengan baik, maka pasien harus diberikan obat pelega dengan tujuan agar saluran napas yang menyempit dapat jadi melebar kembali.
"Artinya, yang tadinya pasien mengeluh sesak maka jadi lega kembali," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data global menunjukkan setiap tahunnya ada 260 juta orang yang terdampak dengan asma, dan bahkan penyakit ini berhubungan dengan terjadinya 450 ribu kematian setahun.
Sementara itu, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan prevalensi asma di DKI Jakarta sebesar 2,6 persen atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 yakni 5,2 persen.
"Jadi, dampaknya jelas cukup besar, baik di dunia maupun juga di negara kita. Belum lagi, kalau dilihat dampak bahwa karena serangan asma, maka anak jadi tidak masuk sekolah, atau pekerja juga jadi tidak masuk kerja dan atau mengganggu produktivitasnya," jelas Tjandra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh karena itu, dia berharap pemerintah memberi perhatian penting pada pengendalian asma yang merupakan hal penting dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!