Indonesia-Jepang Perkuat Konservasi Komodo
📅 Minggu, 05 Apr 2026, 18:00 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Indonesia dan Jepang memperkuat pelestarian komodo melalui penandatanganan MoU konservasi satwa liar. Kebun Binatang Surabaya turut terlibat dalam program breeding loan komodo (Varanus komodoensis) itu.
MoU ditandatangani Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Gubernur Shizuoka Yasutomo Suzuki. Kesepakatan ini memperkuat kolaborasi bilateral di bidang konservasi keanekaragaman hayati.
Menteri Raja Juli menegaskan kerja sama ini bukan sekadar pertukaran satwa. “Kerja sama ini bagian dari Diplomasi Hijau komitmen jangka panjang Indonesia menjaga biodiversitas dunia," ucapnya dikutip dalam laman. kehutanan.go.id, Minggu (5/4).
Ia menambahkan program breeding loan memiliki nilai strategis dalam edukasi publik. “Program ini meningkatkan kesadaran internasional terhadap pentingnya konservasi," ujar dia.
Dijelaskan, kerja sama ini menjadi tonggak penting diplomasi konservasi Indonesia di tingkat global. Upaya pelestarian satwa langka diperkuat melalui pendekatan kolaboratif lintas negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
MoU bertujuan mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang. Selain itu, meningkatkan kontribusi perlindungan satwa liar dan kesadaran publik.
Kedua pihak menegaskan komitmen terhadap prinsip kesejahteraan satwa. Program juga mematuhi ketentuan internasional, termasuk Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).
"Kerja sama akan ditindaklanjuti melalui perjanjian implementasi antar lembaga konservasi. iZoo Jepang bermitra dengan Kebun Binatang Surabaya dalam pelaksanaan teknis," kata Raja Juli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengaturan teknis mencakup pemeliharaan, transportasi, serta pengawasan satwa. Seluruh proses dilakukan sesuai standar nasional dan internasional.
Kementerian Kehutanan menegaskan pelaksanaan program dilakukan secara hati-hati dan transparan. Semua tahapan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penandatanganan MoU ini menjadi bagian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada 29 Maret hingga awal April 2026. Presiden juga bertemu Kaisar Naruhito dan Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Melalui kemitraan ini, Indonesia menunjukkan peran aktif dalam kepemimpinan konservasi global. Diplomasi lingkungan diperkuat sebagai kontribusi keberlanjutan alam. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!