Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejar Kemandirian Pangan: Hilirisasi Unggas Dimatangkan, Sumbawa Masuk Agenda Besar NTB

📅 Sabtu, 17 Jan 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kejar Kemandirian Pangan: Hilirisasi Unggas Dimatangkan, Sumbawa Masuk Agenda Besar NTB Doc: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Ket. Ilustrasi - Peternak memberikan makanan untuk ayam di salah satu tempat peternakan ayam.

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menyiapkan langkah agar urusan pangan tak selalu bergantung dari luar daerah.

Salah satunya lewat komitmen memperkuat kemandirian pangan dengan mengembangkan program hilirisasi unggas terintegrasi di Kabupaten Sumbawa.

Program ini dirancang agar sektor perunggasan tidak berhenti hanya pada produksi ternak, tetapi terhubung dari hulu hingga hilir.

Mulai dari penyediaan pakan, budidaya ayam, pengolahan hasil, hingga distribusi ke pasar, semuanya diarahkan berjalan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Dengan pendekatan terintegrasi, pemerintah berharap peternak lokal bisa memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

Tak hanya menjual ayam hidup, tapi juga produk olahan yang punya daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi. Di sisi lain, pasokan protein hewani bagi masyarakat juga diharapkan makin stabil.

Lewat langkah ini, Sumbawa diproyeksikan menjadi salah satu penopang penting kemandirian pangan NTB. Bukan sekadar soal produksi, tapi bagaimana pangan dikelola secara berkelanjutan sekaligus memberi dampak nyata bagi ekonomi daerah dan kesejahteraan peternak.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Muhamad Riadi mengatakan hilirisasi unggas sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasokan telur dan daging ayam dari luar daerah.

"Selama ini kebutuhan telur dan daging ayam dipasok dari luar NTB, sehingga program hilirisasi menjadi awal kebangkitan perunggasan di NTB," ujar Riadi di Mataram, Sabtu (17/1).

Proyek pembangunan fasilitas hilirisasi unggas tersebut berlokasi di kawasan Balai Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (BPT-HMT) Serading, Kabupaten Sumbawa.

Riadi mengatakan pembersihan lahan dan pembangunan akses jalan sepanjang sekitar 700 meter dengan lebar 10 meter sesuai persyaratan teknis telah dilakukan di BPT-HMT Serading.

Menurut dia, lokasi itu menjadi tempat pembangunan fasilitas parent stock layer atau pemeliharaan ayam sebagai tahap awal pengembangan program hilirisasi unggas daerah.

"Hilirisasi unggas juga untuk memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur Program Makan Bergizi (MBG)," kata Riadi.

Lebih lanjut ia menyampaikan program hilirisasi unggas terintegrasi di NTB sepenuhnya dilaksanakan oleh perusahaan pelat merah yang bergerak dalam sektor agroindustri, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.