Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IKN Bukan Sekadar Pusat Pemerintahan, Otorita Dorong Lapangan Kerja dari Berbagai Sektor

📅 Minggu, 11 Jan 2026, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
IKN Bukan Sekadar Pusat Pemerintahan, Otorita Dorong Lapangan Kerja dari Berbagai Sektor Doc: ANTARA/ Nyaman Bagus Purwaniawan.
Ket. Suasana KIPP IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

PENAJAM PASER UTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengembangkan berbagai sektor strategis secara terintegrasi untuk memastikan IKN tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai motor ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Pembangunan infrastruktur dasar, kawasan hunian, dan layanan publik diarahkan untuk menciptakan permintaan awal (initial demand) yang memicu aktivitas konstruksi, jasa, dan logistik.

Secara paralel, pengembangan sektor jasa modern, ekonomi hijau, pariwisata, serta UMKM lokal dirancang guna memperluas basis ekonomi non-konstruksi dan menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan.

Pendekatan ini mencerminkan strategi pembangunan berbasis ekosistem, di mana investasi publik berperan sebagai katalis bagi masuknya investasi swasta dan penciptaan lapangan kerja jangka panjang di wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

"Di kawasan IKN dikembangkan berbagai sektor usaha mulai dari kawasan kuliner, niaga, perkantoran, hingga fasilitas olahraga dan berbagai sarana pendukung lainnya," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya mengenai pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Minggu (11/1).

"Berbagai proyek itu diharapkan mampu dorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di IKN," tambahnya.

Pembangunan di kawasan IKN menjadi daya tarik bagi dunia usaha, di mana belum lama ini Ototita IKN bersama lima investor menandatangani tujuh Perjanjian Pemanfaatan Tanah dan Pengalokasian Lahan Aset Dalam Penguasaan (ADP) Otorita IKN serta Akta Notarial.

Kelima investor, antara lain PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya.

Kelima investor tersebut, menurut dia, tertarik mengembangkan kawasan kuliner, niaga, perkantoran, hingga fasilitas olahraga dan berbagai sarana pendukung lainnya.

Pembangunan IKN 2026 didukung struktur finansial, tercatat investasi swasta murni Rp66,5 triliun dan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Rp158,73 triliun.

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026, jelas Basuki Hadimuljono, diproyeksikan tetap konsisten sebagai stimulan infrastruktur utama.

Penandatanganan kerja sama sejalan

dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di kawasan IKN.

Komitmen tersebut diatur dalam Peraturan Menteri PPN Nomor 6 Tahun 2022, kata Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, sebagai landasan kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.