IHSG Hari Ini Melemah, Sentimen Asia Seret Arah Pasar di Akhir Pekan
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan pelemahan seiring terkoreksinya mayoritas bursa Asia.
Sentimen risiko global mereda setelah investor kembali mencermati prospek pengetatan likuiditas serta rilis data ekonomi regional yang menunjukkan perlambatan.
Tekanan jual juga meningkat karena pelaku pasar cenderung melakukan profit-taking menjelang akhir pekan.
Kondisi ini membuat IHSG mengikuti arah pasar kawasan, meski beberapa sektor defensif masih mampu menahan penurunan lebih dalam.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (14/11) sore ditutup melemah 1,56 poin atau 0,02 persen ke posisi 8.370,44 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,78 poin atau 0,33 persen ke posisi 844,13.
"Ketidakpastian mengenai langkah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve selanjutnya mulai membebani sentimen pasar," sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pejabat tinggi The Fed telah menyatakan keraguan (skeptisisme) mengenai perlunya pemangkasan suku bunga lagi di Desember 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, pelaku pasar fokus pada penumpukan (backlog) rilis data dari pemerintah AS yang tertunda akibat shutdown, dan bagaimana data-data ini dapat mempengaruhi pandangan The Fed mengenai kondisi kesehatan ekonomi AS.
Presiden AS Donald Trump menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) yang mengakhiri 43 hari penutupan (shutdown) aktifitas dan pelayanan pemerintah federal AS.
Namun demikian, pejabat Gedung Putih mengatakan rilis data ekonomi yang tertunda akibat penutupan tersebut kemungkinan besar tidak akan pernah dirilis.
Rilis data inflasi dan Non-Farm Payrolls bulan Oktober 2025 masih belum pasti, meskipun penasihat Presiden Trump, Kevin Hassett, mengatakan bahwa data Non-Farm Payrolls mungkin akan dirilis tetapi tanpa angka tingkat pengangguran (Unemployment Rate).
Ketidakpastian mengenai kondisi ekonomi ini mengaburkan peluang penurunan suku bunga di bulan Desember dan tahun depan.
Para pelaku pasar memperkirakan sekitar 52 persen peluang The Fed akan memangkas suku bunga di bulan Desember 2025, turun dari 63 persen peluang pada dan 96 persen peluang satu bulan lalu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!