IHSG Hari Ini Ditutup Menguat hingga Akhir Sesi, Investor Borong Saham Energi
📅 Selasa, 02 Jun 2026, 17:48 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipimpin oleh saham-saham sektor energi menunjukkan masih kuatnya minat investor terhadap emiten yang diuntungkan oleh prospek permintaan energi dan stabilitas harga komoditas global.
Kinerja sektor energi yang positif menjadi penopang utama pergerakan indeks di tengah beragam sentimen pasar yang berkembang.
Selain mencerminkan optimisme terhadap fundamental perusahaan energi, penguatan ini juga mengindikasikan bahwa investor masih selektif menempatkan dana pada sektor-sektor yang memiliki prospek pendapatan dan arus kas yang relatif kuat.
Ke depan, keberlanjutan tren penguatan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas, kondisi ekonomi global, serta sentimen domestik yang memengaruhi arus modal di pasar saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/6) sore, ditutup menguat 68,04 poin atau 1,11 persen ke posisi 6.195,42, dipimpin oleh penguatan saham-saham sektor energi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,10 poin atau 1,33 persen ke posisi 619,27.
"IHSG menguat dimana para pelaku pasar juga mencerna data ekonomi," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, pelaku pasar tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian seputar negosiasi Amerika Serikat (AS) dengan Iran, yang membuat pasar minyak mentah bergejolak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tengah ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan, laporan menunjukkan bahwa Teheran telah menangguhkan pembicaraan dengan Washington, sebagai tanggapan atas serangan Israel di Lebanon, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung.
"Pasar juga fokus perhatian pernyataan yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai diskusi baru-baru ini tentang konflik di Lebanon," ujar Nico.
Dalam negeri, S&P Global melaporkan bahwa indeks Purchasing Managers' Index (PMI) naik dari sebelumnya 49,1 pada April 2026 menjadi 50,0 pada Mei 2026, menunjukkan dukungan sektor domestik yang kuat di tengah tekanan global berdampak pada volume ekspor.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulan Mei 2026 tercatat 0,28 persen month to month (mtm) dan sebesar 3,08 persen year on year (yoy), atau masih di rentang target Bank Indonesia (BI) berkisar 2,5 plus minus 1 persen.
BPS juga melaporkan neraca perdagangan Indonesia surplus 90 juta dolar AS, yang disebabkan nilai ekspor sebesar 25,30 miliar dolar AS, sedangkan impor 25,31 miliar dolar AS.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!