Hutan Jadi Emas Hijau! Menhut Tawarkan Investasi Karbon lewat Aforestasi dan Reforestasi
📅 Selasa, 31 Mar 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Investasi karbon oleh sektor swasta kian menjadi instrumen strategis dalam merespons tuntutan dekarbonisasi global sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Melalui mekanisme seperti Carbon Offset dan perdagangan Carbon Credit, perusahaan tidak hanya menekan jejak emisi, tetapi juga mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam model bisnisnya.
Dari sisi pasar, meningkatnya komitmen menuju net-zero mendorong permintaan terhadap proyek-proyek berbasis lingkungan, seperti reforestasi dan energi terbarukan. Hal ini menciptakan ekosistem investasi baru yang menghubungkan sektor keuangan dengan agenda iklim.
Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kredibilitas proyek, transparansi pengukuran emisi, serta kepastian regulasi, agar investasi karbon tidak sekadar menjadi strategi reputasi, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap penurunan emisi global.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan investasi karbon oleh sektor swasta termasuk dari luar negeri seperti Jepang sangat terbuka di Indonesia, salah satunya melalui kegiatan aforestasi dan reforestasi di kawasan taman nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Peluang ini semakin terbuka dengan terbitnya kebijakan nasional terkait Nilai Ekonomi Karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional, yang memungkinkan implementasi Voluntary Carbon Market secara lebih terstruktur dan kredibel,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/3).
Lebih lanjut, ia mengatakan ajakan Indonesia kepada Jepang untuk turut melakukan investasi karbon ini sejalan dengan pertemuan bilateral kedua negara di Negeri Sakura hari ini.
Menhut Raja Antoni bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara Hirotaka di Tokyo membicarakan penguatan kerja sama strategis Indonesia-Jepang di bidang kehutanan, konservasi dan pengendalian perubahan iklim.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Melalui pertemuan ini, Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi di sektor kehutanan, sekaligus mendorong solusi inovatif berbasis alam untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global,” ujar Menhut.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Jepang Ishihara menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Kehutanan, atas penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Prefektur Shizuoka terkait perlindungan dan konservasi satwa liar.
Kerja sama tersebut berfokus pada program breeding loan komodo sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies ikonis Indonesia secara berkelanjutan.
Selain itu, Pemerintah Jepang juga mengapresiasi kunjungan delegasi Indonesia ke Fuji-Hakone-Izu National Park sebagai bagian dari pertukaran pengalaman pengelolaan taman nasional berstandar internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Jepang turut mengundang Indonesia untuk bergabung dalam Asia Protected Areas Partnership, sebuah jejaring kawasan lindung berfokus pada Taman Nasional di Asia yang saat ini telah melibatkan 17 negara.
Menanggapi hal tersebut, Menhut Raja Antoni menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama erat Pemerintah Jepang dalam pengelolaan sektor kehutanan Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!